Setiap ibu punya ceritanya masing-masing. Ibu bekerja sering dikatakan, “Kasihan, anaknya ditinggal.”
Sementara ibu di rumah dibilang, “Sayang ilmunya nggak dipakai.”
Seolah-olah tidak ada pilihan yang benar.
Yang lebih menyakitkan, di tengah kabar sedih tentang anak di daycare di Jogja, dan musibah perjalanan KRL di stasiun Bekasi Timur, masih ada yang merasa paling benar dengan berkata, “Untung aku resign.”
Padahal, tidak semua ibu punya pilihan yang sama.
Ada yang bekerja karena harus bekerja.
Ada yang bertahan karena keadaan.
Ada yang setiap hari melangkah pergi, dengan hati yang tertinggal di rumah.
Sebelum menghakimi, ingatlah, setiap ibu punya alasan yang tidak selalu terlihat. Kita tidak perlu merasa paling benar. Cukup saling menguatkan. Kita semua hanya sedang berusaha menjadi ibu terbaik dengan cara kita masing-masing. Semoga setiap lelahmu menjadi ibadah dan berbuah surga.
Jadi ibu bekerja, salah. Jadi ibu di rumah, juga salah. Maunya apa?
Semoga bermanfaat.
