Bakso Muhammadiyah untuk Muktamirin Nahdlatul Ulama

10.000 porsi bakso gratis untuk Muktamirin NU. (ist)
www.majelistabligh.id -

Suasana perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang tak hanya riuh oleh dinamika organisasi, tetapi juga diwarnai oleh senyum hangat dan kebersamaan antarumat. Di tengah lalu lalang para muktamirin dan penggembira dari berbagai penjuru Nusantara, hadir sebuah pemandangan menyejukkan yang memperlihatkan eratnya tali persaudaraan antara dua organisasi Islam terbesar di Indonesia: Muhammadiyah dan NU.

Melalui Lembaga Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Timur, Muhammadiyah menyambut kedatangan para muktamirin dengan mendirikan Posko Layanan di sekitar area utama muktamar. Tak tanggung-tanggung, sepanjang 27 hingga 29 Agustus 2026, Lazismu membagikan 10.000 porsi bakso hangat secara gratis untuk para peserta dan masyarakat yang hadir.

Bukan sekadar bakso, relawan Muhammadiyah juga menyiapkan 10.000 telur ayam serta fasilitas layanan kesehatan gratis. Para muktamirin dan penggembira yang lelah menempuh perjalanan jauh dapat singgah untuk melepas dahaga, menikmati santapan, sekaligus memeriksa kondisi kesehatan mereka di posko tersebut. Seluruh persiapan logistik, dapur umum, hingga armada kendaraan dikerahkan secara optimal demi memberikan pelayanan yang nyaman.

Wakil Ketua Lazismu Jawa Timur, Achmad Saifu—yang akrab disapa Mamak—menjelaskan bahwa aksi sosial ini adalah bentuk komitmen Muhammadiyah dalam merawat kebersamaan dan merayakan kegembiraan bersama saudara sebangsa dan seiman.

“Kami ingin hadir membawa kegembiraan dan semangat kebersamaan. Di samping mempererat ukhuah islamiah sebagai sesama ormas Islam terbesar di Indonesia, partisipasi kami sebagai bentuk dukungan untuk menyukseskan Muktamar NU,” ujar Mamak.

Bagi Muhammadiyah Jawa Timur, momentum Muktamar ke-35 NU ini menjadi ruang yang sangat berharga untuk terus merajut silaturahmi dan memperkuat kerja sama strategis di masa depan. Dari Bumi Jombang, semangat persaudaraan itu terpancar nyata—bukan sekadar melalui retorika kata-kata, melainkan lewat kepedulian tulus yang dapat dirasakan langsung di lapangan.

Pada akhirnya, semangkuk bakso hangat dari Lazismu menjadi simbol sederhana namun mendalam: bahwa Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama senantiasa berjalan berdampingan, saling menopang dalam merawat ukhuwah, kebersamaan, dan persatuan Indonesia. || zaki lazismu

 

Tinggalkan Balasan

Search