Belajar Mengendalikan Remot Kebahagiaan Diri Sendiri

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Ada satu hal yang sedang aku pelajari: Kebahagiaan kita tidak boleh sepenuhnya bergantung pada apa yang orang lain lakukan kepada kita.

Kadang kita merasa bahagia ketika dihargai, dicari, dilibatkan, dipuji, atau diperlakukan sesuai dengan yang kita harapkan. Tapi ketika semua itu tidak kita dapatkan, hati mulai kecewa.

Lalu aku berpikir, “Kenapa remot kebahagianku aku serahkan kepada orang lain?”

Kalau orang lain yang memegang kendali atas bahagia dan kecewaku, berarti setiap perubahan sikap mereka akan ikut menentukan kondisi hatiku.

  • Hari ini aku belajar untuk mengambil kembali remot itu.
  • Aku yang belajar mengendalikan diriku.
  • Aku yang bertanggung jawab atas responku.
  • Aku yang memilih bagaimana harus bersikap.

Bukan berarti kita tidak boleh kecewa, sedih, atau terluka. Kita manusia. Semua rasa itu wajar. Tetapi jangan sampai kebahagiaan kita bergantung pada validasi, perhatian, perlakuan, atau keputusan orang lain. Karena kalau kebahagiaan selalu kita harapkan dari eksternal, sampai kapan pun kita akan mudah kecewa.

Belajarlah menemukan ketenangan dari dalam diri, lalu arahkan hati kepada Allah. Ketika hati belajar bergantung kepada Allah, kita tidak lagi meminta dunia untuk terus meminta kita bahagia. Kita belajar menjadi tenang meski dunia tidak selalu berjalan sesuai keinginan.

Semoga menjadi pengingat bagi diri sendiri dan siapa pun yang membacanya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search