Biarlah Dunia untuk Mereka dan Akhirat untuk Kita

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Umar bin Khattab menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang berbaring di atas tikar kasar tanpa alas apapun di antara tubuh beliau dan tikar itu. Umar melihat bekas anyaman tikar itu membekas di lambung beliau yang mulia. Umar pun menangis.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa yang membuatmu menangis wahai Umar?”

Umar menjawab, “Wahai Rasulullah, Kisra dan Kaisar hidup bergelimang kemewahan, sedangkan engkau, Rasulullah, dalam keadaan seperti ini?”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum dan berkata: “Tidakkah engkau rela, dunia untuk mereka, dan akhirat untuk kita?” (HR Bukhari no. 4913 dan Muslim no. 1479)

Umar pun terdiam. Nabi bisa saja mengambil dunia yang banyak untuk dirinya, bahkan dunia tunduk padanya. Namun ada satu pelajaran yang selalu beliau ajarkan: cukuplah harta menjadi sarana, bukan tujuan utama. Dunia cukup di tangan, jangan di hati.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kesederhanaan, beliau mampu mengambil banyak, namun beliau ambil secukupnya.

Barakallahu fiikum.

 

Tinggalkan Balasan

Search