Bijak Bermedia Sosial: TikTok Bisa Menjadi Hiburan dan Sarana Belajar bagi Pelajar

Bijak Bermedia Sosial: TikTok Bisa Menjadi Hiburan dan Sarana Belajar bagi Pelajar
*) Oleh : Sella Alifiya Wahyuli
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Lamongan
www.majelistabligh.id -

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama di kalangan pelajar. Kehadiran media sosial memberikan banyak kemudahan dalam memperoleh informasi, hiburan, serta sarana komunikasi. Salah satu aplikasi yang sangat populer saat ini adalah TikTok.

Aplikasi berbasis video singkat ini banyak diminati remaja hingga orang dewasa karena menghadirkan konten yang kreatif, menarik, dan mudah diakses kapan saja. Namun, di balik popularitasnya, TikTok juga memiliki pengaruh terhadap kebiasaan belajar siswa.

Bagi sebagian pelajar, TikTok menjadi tempat mencari hiburan setelah menjalani aktivitas. Berbagai konten lucu, tren terbaru, tantangan kreatif, berita update, hingga video motivasi dapat ditemukan dengan mudah. Kehadiran hiburan semacam ini mampu mengurangi rasa jenuh setelah belajar. Tidak heran jika TikTok menjadi salah satu aplikasi favorit generasi muda saat ini.

Menurut penelitian Idah Nurfajriya Awwalin dan Latif Syaipudin, TikTok dapat dimanfaatkan pelajar sebagai media ekspresi diri, hiburan, sekaligus sarana edukatif. Akan tetapi, penggunaan yang tidak terkontrol dapat memengaruhi fokus belajar dan perilaku sosial siswa.

Namun, TikTok bukan hanya sekadar media hiburan. Jika dimanfaatkan dengan baik, aplikasi ini juga dapat menjadi sarana belajar yang efektif. Banyak konten kreator yang membagikan konten edukatif berupa materi belajar, tips dan trik belajar, pengetahuan umum, hingga informasi mengenai keterampilan tertentu. Penyampaian materi melalui video singkat membuat pembelajaran terasa lebih menarik, visual, dan langsung pada inti pembahasan. Hal ini memudahkan pelajar memahami materi dengan cepat.

Selain itu, TikTok juga memberi kesempatan pelajar untuk memperoleh ilmu baru dari kreator yang ahli di bidangnya. Misalnya, konten tentang Bahasa asing, matematika, sains, bisnis, teknologi hingga pengembangan diri. Dengan mengikuti akun yang bermanfaat, pelajar dapat menambah wawasan di luar materi yang diajarkan di sekolah. Ini membuktikan bahwa media sosial juga bisa menjadi sumber belajar modern.

Meski demikian, penggunaan TikTok yang berlebihan dapat menimbulkan dampak kurang baik. Banyak pelajar yang awalnya hanya membuka aplikasi selama beberapa menit, tetapi akhirnya menghabiskan waktu berjam-jam tanpa terasa. Akibatnya, waktu belajar berkurang, tugas sekolah tertunda, dan waktu istirahat menjadi tidak teratur.

Kondisi tersebut tentu dapat menurunkan konsentrasi dan semangat belajar.
Selain itu, kebiasaan membuka TikTok saat belajar juga membuat perhatian mudah terpecah. Notifikasi yang terus muncul dan rasa ingin melihat video terbaru sering kali mengganggu fokus siswa. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat memengaruhi prestasi belajar serta kedisiplinan dalam mengatur waktu.

Oleh karena itu, pelajar perlu bijak dalam menggunakan media sosial. TikTok sebaiknya dijadikan hiburan setelah kewajiban belajar selesai. Membatasi waktu penggunaan gawai, mematikan notifikasi saat belajar, serta memilih konten yang bermanfaat merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan. Dengan cara tersebut, pelajar tetap dapat menikmati perkembangan teknologi tanpa melupakan tanggung jawab utama sebagai penuntut ilmu.

Pada akhirnya, TikTok hanyalah sebuah aplikasi. Dampak baik atau buruknya bergantung pada cara penggunanya memanfaatkan. Jika digunakan secara tepat, TikTok bisa menjadi hiburan sekaligus sumber wawasan. Namun, jika digunakan secara berlebihan, TikTok dapat menjadi gangguan bagi pelajar. Karena itu, bijak bermedia sosial menjadi kunci agar generasi muda tetap maju, cerdas dan berprestasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Search