Bupati Lamongan di Milad Aisyiyah: Sentuhan Ibu adalah Benteng Terkuat Anak di Era Digital

Bupati Lamongan di Milad Aisyiyah: Sentuhan Ibu adalah Benteng Terkuat Anak di Era Digital
www.majelistabligh.id -

Suasana hangat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) pada Ahad (26/7/2026). Ribuan warga Aisyiyah dari penjuru Kabupaten Lamongan berkumpul dalam gelaran Tabligh Akbar memperingati Milad ke-109  Aisyiyah. Hadir di tengah-tengah ribuan kader, Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, MEk menyampaikan apresiasi, ucapan selamat, sekaligus pesan mendalam yang menyentuh sanubari para hadirin.

“Selamat dan sukses untuk Milad Aisyiyah ke-109. Mari kita terus bergerak bersama, berkolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Aisyiyah demi menyejahterakan masyarakat Lamongan yang kita cintai ini,” tutur Bupati Yuhronur.

Menguatkan Benteng Rumah di Era Digital

Di balik megahnya tema yang diusung—”Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”—Bupati Yuhronur menyelisik sebuah makna mendasar. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan dinamika hari ini dan selaras dengan arah pembangunan Pemkab Lamongan.

Namun, Bupati mengingatkan bahwa impian besar tentang perdamaian dunia tak bisa dilepaskan dari fondasi terkecil dalam hidup kita: keluarga.

Di tengah era modern dan derasnya arus teknologi digital, Bupati menyitir betapa vitalnya peran seorang ibu. Di tangan ibulah ketahanan keluarga diuji sekaligus dibentuk. Ibu tidak hanya menjadi peneduh, tetapi juga navigasi bagi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi cerdas, tak tertinggal informasi, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai moral.

“Perdamaian dan kebaikan besar itu dimulai dari langkah kecil di dalam rumah kita sendiri. Dari bagaimana seorang ibu hadir mendampingi anak-anaknya, merawat kasih sayang, hingga mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah di tengah riuhnya dunia digital,” ungkapnya penuh kehangatan.

Ibu, Fondasi Kedamaian Masa Depan

Pesan ini menjadi pengingat yang begitu edukatif sekaligus menggugah. Di zaman ketika layar gawai kerap melenyapkan sapaan hangat di meja makan, kehadiran dan sentuhan kasih seorang ibu adalah benteng utama. Ketahanan keluarga bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan masa depan generasi muda dari keterasingan sosial dan pengaruh negatif internet.

Ketika rumah-rumah kita dipenuhi dengan kedamaian dan rasa aman, dari sanalah kedamaian masyarakat akan memancar secara alami. Dakwah kemanusiaan yang sejati, pada akhirnya, bernapas di dalam ketulusan peran seorang ibu di rumahnya.

Acara Tabligh Akbar Milad Aisyiyah ke-109 ini pun ditutup dengan doa dan komitmen bersama untuk terus merawat sinergi, menjaga kehangatan keluarga, dan membangun Lamongan yang lebih sejahtera dan berakhlak mulia. (ma’in)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search