Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di wilayah Kediri Raya sukses menyelenggarakan Darul Arqam Dasar (DAD) lintas kampus pada 1-3 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Kediri itu sebagai wujud komitmen dalam memperkuat akar ideologi dan regenerasi kepemimpinan.
Gerbang awal transformasi mahasiswa menjadi kader militan itu mengusung tema “Menjelajah Trilogi: Mencetak Kader Konstruktif yang Siap Berkarya.” Rangkaian perkaderan resmi dibuka hari Jumat, 1 Mei 2026 pukul 02.30 WIB, setelah pelaksanaan salat Jumat dan makan siang bersama.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antar-komisariat dengan PK IMM Asy-Syifa Universitas Strada Indonesia (USI) sebagai tuan rumah, didukung penuh oleh panitia dan peserta dari PK IMM At-Tazkiyah UIN Syekh Wasil Kediri serta PK IMM Bilal Bin Rabbah Universitas Nusantara PGRI (UNP).
Secara metodologis, para peserta ditempa dengan enam pilar materi fundamental yang disampaikan oleh jajaran pemateri mumpuni:
1. Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK): Disampaikan oleh Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri, yang membedah esensi keterkaitan antara ideologi Muhammadiyah dengan gerak langkah IMM.
2. Ke-IMM-an: Nico Perlambang Agung, M.Pd.I., dari Forum Keluarga Alumni (Fokal) IMM Kediri, memberikan penguatan melalui bedah tuntas Trilogi, Tri Kompetensi Dasar (Trikoda), serta 6 Penegasan IMM, diperkaya dengan napak tilas sejarah perjuangan IMM.
3. Kepemimpinan: Chandra Aditya dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Kediri, membekali peserta dengan teknik dan mentalitas menjadi pemimpin yang tangguh.
4. Analisis Sosial: Ajeng Linda Liswandari, M.Pd dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Timur, mengasah kepekaan kader melalui praktik analisis menggunakan metode SWOT dan SOAR.
5. Gerakan Mahasiswa: Abd. Fatah Alaudin Benihingan, S.IP, M.IP dari DPD IMM Jawa Timur, memaparkan refleksi peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan dalam konstelasi sosial-politik.
6. Retorika dan Manajemen Aksi: Disampaikan oleh perwakilan Fokal IMM Kediri, yang melatih peserta dalam seni berbicara di depan publik serta teknik manajemen aksi yang efektif.
Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa fokus utama DAD kali ini adalah membentuk karakter kader yang konstruktif.
“Kami berharap melalui penjelajahan nilai-nilai Trilogi IMM ini, para kader tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi siap berkarya dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan kampus masing-masing,” ungkap perwakilan panitia di sela kegiatan.
Sebagai puncak rangkaian kegiatan pada Ahad (3/5/2026), seluruh peserta, panitia dan Instruktur bertolak ke Wisata Wonotirto untuk sesi refleksi dan penyegaran (healing). Agenda ini dirancang sebagai sarana relaksasi otak setelahi menyerap intensitas materi yang tinggi. Di lokasi tersebut, suasana kekeluargaan dipererat melalui sesi penyampaian kesan dan pesan.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan reward kepada kader-kader terbaik yang menunjukkan dedikasi dan performa unggul selama pelatihan.
“Selama DAD saya seperti menemukan keluarga baru sangat-sangat berkesan sekali, ada yg humor, asbun, ambisi, kritis. Berbeda-beda tapi disatukan dengan ideologi yang sama. Diskusi/ FGD menjadi maut. Kegiatan dari pagi sampai hampir tengah malam tersebut membuat kami terasa lbh dekat. Materi-materi yang disampaikan juga sangat berbobot membuat saya ingin menjadi lebih berintelektual,” ujarnya. (*/tim)
