Langkah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menuju panggung internasional terus berlanjut. Pada 8–10 September 2026, UMLA hadir dalam Indonesian Education Fair (IEF) 2026 yang digelar di KBRI Dili, Timor-Leste.
Bagi UMLA, keikutsertaan ini bukan sekadar membawa nama kampus ke luar negeri. Lebih dari itu, IEF 2026 menjadi momentum untuk bertatap muka langsung dengan masyarakat Timor-Leste, memperkenalkan pilihan program studi, sekaligus menjajaki kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan setempat.
Rangkaian agenda dimulai pada 7 September 2026. Setibanya di Dili, delegasi UMLA menghadiri Gala Dinner bersama para peserta dan panitia penyelenggara.

Puncak acara berlanjut pada 8 September 2026 dengan pembukaan pameran pendidikan dan Partnership Meeting di Pusat Budaya Indonesia. Berbagai perguruan tinggi Indonesia turut hadir menyajikan informasi serta peluang studi bagi calon mahasiswa Timor-Leste.
Dalam ajang tersebut, UMLA memaparkan profil dan program unggulannya. Interaksi langsung di stan pameran dimanfaatkan tim UMLA untuk menjawab beragam pertanyaan pengunjung mengenai fasilitas dan atmosfer akademik yang ditawarkan.
Tak berhenti di pameran, delegasi UMLA juga mengisi kuliah tamu serta menyambangi ISC dan UNITAL. Pertemuan ini membuka ruang diskusi awal guna melihat potensi kerja sama yang bisa dikembangkan bersama.
Pada 9 September 2026, IEF dilanjutkan dengan pameran dan sesi presentasi kampus. Melalui agenda ini, gambaran mengenai pendidikan tinggi di Indonesia disampaikan secara lebih dekat dan personal.
Pameran serta presentasi masih berlangsung hingga 10 September 2026. Selain itu, delegasi juga melanjutkan silaturahmi ke beberapa perguruan tinggi lain, termasuk UCT dan UNTL, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring akademik.
Ketika Promosi Bertemu Kolaborasi
Di balik padatnya agenda, ada misi besar yang diusung. IEF 2026 dimanfaatkan UMLA sebagai wadah membangun koneksi, membuka ruang dialog baru, dan menjalin kemitraan yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Keikutsertaan kali ini melibatkan gabungan dari Kantor Urusan Internasional, Leksikom, Admisi dan Promosi, serta Wakil Rektor III. Kolaborasi lintas unit ini menjadi wujud komitmen UMLA dalam memperkuat internasionalisasi kampus secara terintegrasi.
Wakil Rektor III UMLA, Dr. H. Alifin, SKM., M.Kes., menegaskan bahwa kehadiran mereka di Timor-Leste memiliki cakupan yang lebih luas dibanding sekadar promosi penerimaan mahasiswa baru.
“Yang kami bawa ke Timor-Leste bukan hanya informasi tentang UMLA, melainkan niat untuk membangun komunikasi dan menjajaki kerja sama. Harapannya, interaksi selama acara ini berkembang menjadi kolaborasi nyata dan berkelanjutan,” ujar Dr. H. Alifin.
Ia menambahkan, kedekatan hubungan Indonesia dan Timor-Leste memberi ruang yang sangat besar bagi perguruan tinggi untuk saling belajar, khususnya dalam penguatan pendidikan dan sumber daya manusia.
“Banyak potensi yang bisa kita garap bersama, mulai dari sektor pendidikan, kemahasiswaan, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat. UMLA sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak di Timor-Leste,” tambahnya.
Membawa Nama UMLA Lebih Jauh
Kehadiran di Dili ini sekaligus mempertegas langkah universitas dalam mewujudkan visi sebagai “UMLA Global University“.
Dari stan pameran, meja diskusi, sesi presentasi, hingga dialog antar-kampus, setiap momen dimanfaatkan untuk memperkenalkan UMLA sekaligus memahami kebutuhan calon mitra di negara tetangga.
Langkah konkret ini membuktikan bahwa internasionalisasi UMLA bukan sekadar wacana, melainkan diwujudkan secara nyata melalui aksi, komunikasi, dan jejaring di lapangan.
Dari Lamongan, UMLA terus melangkah. Membawa semangat kolaborasi dan cita-cita untuk menjadi bagian dari jejaring pendidikan global. || sulityowati
