Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix). Dua siswa International Class Program (ICP), Alvarein Muhammad Rasendriyatma dan Lalu Muhammad Zakaria Putra S.N., berhasil meraih nilai sempurna (Outstanding Achievement) dalam Cambridge Primary Checkpoint Test tingkat internasional.
Keduanya meraih hasil terbaik pada bidang studi English (Bahasa Inggris) dengan menjawab seluruh soal tanpa kesalahan.
Ujian tersebut berlangsung pada 10, 11, dan 20 Mei 2026 di Panderman Ballroom Royal Hotel Batu. Kegiatan ini diikuti ratusan siswa kelas internasional dari berbagai daerah yang tergabung dalam jaringan Cambridge Center Universitas Negeri Malang—meliputi wilayah Jawa Timur, Makassar, Jawa Barat, Padang, hingga Batam.
Alvarein dan Zakaria merupakan bagian dari 13 siswa angkatan pertama (pionir) program ICP di SD Musix.
Koordinator ICP sekaligus Kaur Kurikulum SD Musix, Anisa Herwati, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas capaian anak didiknya.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi pencapaian luar biasa Alvarein dan Zakaria. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, semangat belajar, serta dukungan penuh guru dan orang tua,” ungkapnya.
Menurut Anisa, keberhasilan ini membuktikan bahwa program kelas internasional yang dikembangkan SD Musix mampu memberikan pengalaman belajar berstandar global.
“Semoga capaian ini memotivasi mereka untuk terus berprestasi, berkembang, dan memberikan yang terbaik di masa depan. Selamat, teruslah bersinar dan menginspirasi,” tambahnya.
Rasa syukur juga disampaikan oleh Alvarein. Baginya, hasil ini adalah buah dari usaha dan doa selama proses pembelajaran.
“Alhamdulillah, saya senang sekali Allah meridai usaha kami,” ujar Alvarein.
Ibunda Alvarein, Grace Y. Wulanda, turut mengapresiasi perjuangan putranya serta bimbingan dari pihak sekolah hingga para siswa mampu bersaing di tingkat internasional.
Evaluasi Berstandar Internasional
Cambridge Primary Checkpoint merupakan tes diagnostik internasional untuk mengevaluasi perkembangan akademik siswa di akhir jenjang pendidikan dasar, khususnya kelas 6 yang mengikuti program Cambridge.
Tes ini bukan ujian kelulusan, melainkan instrumen evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa terhadap standar internasional. Melalui tes yang menguji bidang English, Mathematics, dan Science ini, sekolah dan orang tua mendapat gambaran detail mengenai potensi maupun area yang perlu dikembangkan dari diri siswa.
Siswa tidak hanya menerima nilai akhir, tetapi juga Statement of Achievement. Laporan terperinci ini membantu sekolah melakukan benchmarking dengan sekolah jaringan Cambridge lainnya, sekaligus menjadi bahan evaluasi kurikulum dan strategi pembelajaran.
Capaian Alvarein dan Zakaria menjadi tonggak penting bagi perjalanan ICP SD Musix. Sebagai angkatan pertama, keberhasilan mereka membuktikan komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang memadukan nilai Islam, karakter unggul, dan kompetensi global.
Melalui program ini, SD Musix terus berkomitmen mencetak generasi pembelajar yang berakademik kuat, percaya diri dalam berkomunikasi global, serta siap menghadapi tantangan masa depan. ||Munahar
