“Doa adalah senjata orang beriman yang tidak pernah tumpul. Berusahalah dengan maksimal, kemudian bertawakallah kepada Allah. Sebab doa adalah jembatan yang menghubungkan hati seorang hamba dengan Tuhannya.”
“(Prayer is the weapon of a believer that never becomes blunt. Strive with your utmost effort, then put your trust in Allah. For prayer is the bridge that connects a servant’s heart with his Lord).”
Doa bukan sekadar rangkaian kata yang diucapkan ketika kita membutuhkan pertolongan. Doa adalah bukti bahwa manusia menyadari kelemahannya dan meyakini bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Karena itu, seorang mukmin tidak hanya berdoa, tetapi juga berusaha dan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Allah berfirman,
ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya:
“Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali ‘Imran: 159)
Ayat ini menjelaskan bahwa setelah seseorang bermusyawarah, berikhtiar, dan mengambil keputusan dengan sungguh-sungguh, ia diperintahkan untuk bertawakal kepada Allah. Tawakal bukan berarti meninggalkan usaha, melainkan menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Artinya:
“Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” (HR. Muslim No. 482)
Jadi jangan pernah merasa doa kita sia-sia. Teruslah berusaha, berdoa, dan bertawakal. Bisa jadi Allah tidak memberikan apa yang kita minta dengan segera, tetapi Dia selalu memberikan apa yang paling baik bagi kita.
Semoga bermanfaat.
