Ekonomi Jadi Fokus Baru Muhammadiyah, Ini Pesan Muhadjir Effendy

Ekonomi Jadi Fokus Baru Muhammadiyah, Ini Pesan Muhadjir Effendy
www.majelistabligh.id -

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, menegaskan pentingnya penguatan sektor ekonomi sebagai pilar ketiga dalam gerakan Muhammadiyah, setelah pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, selama ini Muhammadiyah telah dikenal luas sebagai organisasi yang kuat dalam pengelolaan amal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan. Namun, penguatan ekonomi dinilai masih perlu terus didorong agar mampu menopang keberlanjutan gerakan dakwah dan pelayanan umat.

Karena itu, Muhadjir meminta agar materi penguatan ekonomi mulai disisipkan dalam berbagai forum pengajian, termasuk pengajian Ahad pagi yang rutin diikuti warga Muhammadiyah.

“Saya minta setiap pengajian Ahad pagi diselipkan materi-materi tentang penguatan ekonomi. Muhammadiyah harus menjadikan ekonomi sebagai pilar ketiga setelah pendidikan dan kesehatan,” ujar Muhadjir.

Ia menjelaskan, gagasan tersebut bukan hal baru, melainkan bagian dari keputusan strategis organisasi yang telah ditetapkan dalam Muktamar Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 dan kemudian diperkuat dalam berbagai forum lanjutan, termasuk pertemuan di Solo.

Menurut Muhadjir, keputusan tersebut harus diterjemahkan secara nyata di tingkat daerah, tidak hanya berhenti pada tataran wacana. Implementasi konkret diperlukan agar Muhammadiyah benar-benar memiliki kemandirian ekonomi yang kuat.

Muhammadiyah, kata dia, tidak cukup hanya unggul dalam amal usaha pendidikan dan kesehatan, tetapi juga harus memiliki basis ekonomi yang mandiri dan produktif.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran pimpinan daerah Muhammadiyah dalam memetakan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan sesuai karakter wilayah masing-masing. Potensi tersebut bisa berupa sektor perdagangan, pertanian, industri kreatif, hingga usaha berbasis komunitas.

Dengan pemetaan yang tepat, Muhammadiyah diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi yang saling terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran.

Langkah ini dinilai penting agar organisasi memiliki sumber pembiayaan mandiri untuk mendukung aktivitas dakwah, pendidikan, kesehatan, dan program sosial lainnya secara berkelanjutan tanpa ketergantungan berlebihan pada pihak luar.

Muhadjir juga mengingatkan bahwa semangat kemandirian ekonomi sebenarnya telah menjadi bagian dari sejarah panjang Muhammadiyah sejak awal berdiri.

Ia mencontohkan, pada masa awal, Muhammadiyah tumbuh dari kemandirian ekonomi warganya melalui aktivitas berdagang, produksi rumahan, hingga usaha kecil yang menjadi penopang utama kegiatan dakwah dan pendidikan.

Dengan menghidupkan kembali semangat tersebut dalam konteks kekinian, Muhadjir optimistis Muhammadiyah dapat memperkuat perannya tidak hanya sebagai gerakan dakwah dan sosial, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi umat yang berdaya saing. (abdul wahab)

Tinggalkan Balasan

Search