Empat Dasawarsa Al-Ishlah: Merawat Sanad Keilmuan, Menjaga Jiwa Kesantrian Sepanjang Hayat

Empat Dasawarsa Al-Ishlah: Merawat Sanad Keilmuan, Menjaga Jiwa Kesantrian Sepanjang Hayat
*) Oleh : Ahmad Afwan Yazid, M.Pd
Wakil Kepala SD Mulai Kota Malang, Ketua KKG ISMUBA SD/MI Kota Malang, LPP PCM Lowokwaru, Alumni Al-Ishlah 2011.
www.majelistabligh.id -

Sebagai alumni yang pernah tumbuh dan menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, peringatan empat dekade (empat dasawarsa) ini mendatangkan rasa haru dan syukur yang amat mendalam. Bagi saya, 40 tahun perjalanan Al-Ishlah bukan sekadar angka dalam kalender sejarah, melainkan rekam jejak ketulusan dan perjuangan tanpa henti dalam mendidik kami. Di sanalah, di antara dinding-dinding sederhana dan gemuruh alunan Al-Qur’an, karakter dan jalan hidup saya dibentuk.

Masa-masa menjadi santri di Sendangagung adalah lembaran kenangan indah yang tidak pernah pudar dari ingatan saya. Saya ingat betul bagaimana dinginnya angin pesisir Lamongan menyapa saat terbangun di sepertiga malam terakhir, antrean wudhu yang tertib, serta hangatnya kebersamaan saat makan bersama dalam satu nampan. Suara setoran hafalan, kedisiplinan melangkah ke masjid, dan suasana belajar menjelang ujian adalah kawah candradimuka yang mengajarkan saya arti kemandirian, kesederhanaan, dan ukhuwah islamiyah yang sejati. Semua kenangan itu membentuk fondasi kokoh bagi kehidupan saya hari ini.

Satu hal yang paling berharga yang saya pelajari dari Al-Ishlah adalah sebuah kesadaran spiritual: menjadi santri bukanlah status yang terbatas oleh ruang dan waktu. Keberadaan raga saya di pondok mungkin telah berlalu bertahun-tahun lalu, tetapi ruh dan jiwa kesantrian itu tidak pernah usai. Tidak ada istilah “mantan santri”. Ke mana pun langkah kaki membawa, baik dalam menempuh pendidikan lanjutan, meniti karir, membina keluarga, maupun berkiprah di masyarakat, nilai-nilai Al-Ishlah tetap mengalir dalam diri saya. Status santri adalah identitas abadi dan janji moral untuk terus merawat adab, memegang teguh agama, serta membawa kemaslahatan di mana pun berada.

Pencapaian dan keberkahan hidup yang saya dan teman-teman alumni rasakan hari ini bukanlah semata karena kehebatan kami. Di balik setiap kemudahan langkah kami, ada rahasia besar yang senantiasa menopang: doa yang tidak pernah putus dari para Kyai, Ustadz, dan Ustadzah.

Saya tidak akan pernah lupa bagaimana ketulusan para Pengasuh dan guru kami saat berdiri mengajar di depan kelas, membimbing dengan keteladanan, serta menyelipkan nama-nama kami dalam sujud-sujud panjang mereka. Doa-doa di heningnya malam itulah yang menjadi benteng pelindung dan pembuka jalan bagi kami. Keikhlasan beliau mendidik kami berlandaskan cinta karena Allah, agar murid-muridnya selamat dan bermanfaat di dunia hingga akhirat.

Doa dan Harapan Saya sebagai Alumni

Di usia emas empat dasawarsa ini, dari relung hati yang paling dalam, saya melangitkan doa dan harapan terbaik untuk pondok tercinta:

Doa untuk Para Kiai, Ustadz, dan Guru Kami,
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, umur yang panjang penuh berkah, kekuatan, dan ketabahan kepada Pengasuh, para Kiai, Ustadz, serta Ustadzah kami. Semoga setiap tetes keringat dan ilmu yang telah beliau curahkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir tanpa putus.

Harapan untuk Keberlanjutan dan Kejayaan Pesantren, Semoga Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung semakin kokoh berdiri sebagai benteng pencetak kader-kader umat yang berkemajuan, berilmu luas, dan berakhlakul karimah. Semoga Al-Ishlah terus konsisten merawat tradisi keislaman, kebahasaan, dan kedisiplinan, serta selalu adaptif dalam menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri pesantrennya.

Harapan untuk Seluruh Alumni dan Santri, Semoga kami seluruh alumni diberikan kemudahan oleh Allah untuk selalu menjaga nama baik pesantren, menggenggam erat jiwa kesantrian, serta mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh demi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan agama. Semoga ikatan batin dan ukhuwah antar-alumni serta dengan almamater tetap terjalin erat sepanjang hayat.

Jazakumullah khairan katsiran wahai Kyai dan Guru-guru kami. Berkat bimbingan dan doa tulus kalian, kami mampu berdiri tegap menatap dunia. Selamat Milad ke-40 Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung Lamongan!

 

Tinggalkan Balasan

Search