Enam Tantangan Organisasi Keagamaan di Era Digital

Ismail Fahmi
www.majelistabligh.id -

Anak muda hari ini masih tergolong religius, tetapi keterikatan mereka terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan makin memudar. Pergeseran pola beragama berbasis digital menjadi pemicu utamanya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Ismail Fahmi, dalam agenda SECARA yang digelar AMM DI Yogyakarta secara daring pada Rabu (7/10/2026).

Ismail mengamati bahwa interaksi keagamaan generasi muda kini mayoritas dimediasi oleh platform digital. Kepatuhan mereka pun bergeser ke para ustaz digital yang umumnya memosisikan diri independen atau tanpa afiliasi ormas.

“Separuh anak muda tidak merasa menjadi bagian dari ormas mana pun,” kata Pendiri Drone Emprit tersebut sembari mengutip data survei Alvara Research Center tahun 2021.

Berdasarkan dinamika ini, Ismail merinci enam tantangan besar yang dihadapi ormas keagamaan saat ini:

  • Melemahnya Ikatan Organisasi: Kebutuhan anak muda terhadap nilai agama tetap tinggi, namun loyalitas mereka pada ormas menurun drastis.
  • Tergerusnya Otoritas Mapan: Kepercayaan terhadap hierarki organisasi tradisional seperti Muhammadiyah dan NU kian menyusut. Peran rujukan agama mulai digantikan oleh dai-dai digital.
  • Beralihnya Mimbar ke Layar: Pemahaman agama makin banyak dibentuk oleh algoritma dan konten kreator. Hal ini berisiko mengikis kedalaman makna ajaran agama karena generasi muda hanya menyerap ‘kulit’ atau pemahaman dangkal.
  • Ketimpangan Sinergi Data di Akar Rumput: Digitalisasi pengelolaan data di tingkat bawah belum merata. “Kami di Labmu berusaha mendorong digitalisasi, tapi di tingkat akar rumput penerapannya belum merata,” jelas Ismail.
  • Lebarnya Jarak Antargenerasi: Kesenjangan pola pikir antargenerasi berdampak langsung pada efektivitas sistem kaderisasi, mulai dari pimpinan pusat hingga ranting.
  • Muncurnya Pesaing Baru: Ormas keagamaan kini bertanding memperebutkan perhatian anak muda dengan kelompok keagamaan baru maupun komunitas nonkeagamaan yang memiliki agenda lebih atraktif. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search