Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kota Batam terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui penguatan literasi dan tata kelola bisnis. Upaya tersebut diwujudkan melalui SUMU Business Forum #05 yang mengangkat tema “Strategi Pencatatan Keuangan Usaha” di Kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) Raden Patah, Kampung Pelita, Batam, Kamis (8/10/26).
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus networking bagi anggota SUMU dan pelaku UMKM. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung transaksi dan pengelolaan usaha.

Koordinator Daerah SUMU Kota Batam, Jogie Suaduon, mengatakan pencatatan keuangan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun bisnis yang sehat. Menurutnya, pelaku usaha perlu memiliki kebiasaan mencatat transaksi secara teratur agar mampu mengetahui kondisi bisnis secara lebih objektif.
“Pencatatan keuangan merupakan fondasi penting bagi setiap pelaku usaha. Dengan pencatatan yang tertib, pelaku usaha dapat memahami kondisi bisnisnya dan mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan,” ujarnya.
Jorgie menambahkan, penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi bagian penting dari upaya SUMU membangun ekosistem bisnis yang sehat, berkelanjutan, dan saling terhubung.
SUMU Business Forum #05 menghadirkan Dr. Nolla Puspita Dewi, S.E., M.Akt., Manajer Lembaga Inkubator Bisnis Merah Putih Kepulauan Riau, serta Rafli Purnama, Area SME Business Manager BSI Area Batam, sebagai narasumber.
Dalam sesi mengenai digitalisasi transaksi, Rafli Purnama menjelaskan bahwa pemanfaatan layanan pembayaran digital dapat membantu pelaku usaha membangun sistem pencatatan yang lebih tertib. Peserta diperkenalkan dengan layanan BSI Merchant dan BSI QRIS, termasuk pemanfaatan data transaksi pembayaran digital sebagai salah satu sumber informasi dalam melakukan rekapitulasi keuangan.
Menurut Rafli, digitalisasi transaksi bukan berarti seluruh proses administrasi usaha dapat dilakukan secara otomatis. Data transaksi digital tetap perlu dipadukan dengan pencatatan transaksi tunai, pengeluaran operasional, modal, dan berbagai transaksi lainnya agar pemilik usaha memperoleh gambaran kondisi keuangan secara menyeluruh.
Sementara itu, Dr. Nolla Puspita Dewi memberikan penguatan mengenai prinsip dasar pencatatan keuangan bagi pelaku UMKM. Ia mengajak peserta memahami perbedaan antara omzet, arus kas, dan laba, sekaligus menekankan pentingnya memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha.
Pemahaman tersebut dinilai penting karena masih banyak pelaku usaha yang mencampurkan uang pribadi dan uang bisnis. Padahal, pemisahan keuangan menjadi salah satu langkah awal untuk mengetahui apakah sebuah usaha benar-benar menghasilkan keuntungan dan bagaimana kondisi arus kasnya.
Materi forum kemudian dikembangkan melalui pendekatan “Catat – Digitalkan – Kembangkan”. Peserta diajak mengikuti alur pengelolaan keuangan mulai dari mencatat seluruh transaksi, memanfaatkan pembayaran digital, mencocokkan data transaksi, menyusun rekapitulasi, mengevaluasi kondisi usaha, hingga menentukan strategi pengembangan bisnis.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, demonstrasi pembayaran digital, praktik pencatatan transaksi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Dengan pendekatan praktik tersebut, peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi dapat langsung menerapkannya dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Jogie Suaduon mengatakan SUMU Batam akan terus membuka ruang pertemuan dan pembelajaran bagi para pelaku usaha dengan melibatkan berbagai pihak dari ekosistem bisnis.
“SUMU ingin menjadi ruang bertumbuh bagi para pengusaha. Bukan hanya melalui networking, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas, akses terhadap ekosistem bisnis, dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” katanya.
Melalui penyelenggaraan SUMU Business Forum #05, SUMU Kota Batam berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki kebiasaan mencatat keuangan secara konsisten, mampu membaca kondisi bisnis berdasarkan data, serta memanfaatkan teknologi digital secara tepat. (soleh)
