Faktor Penyebab Lahirnya Kader Oportunis di Muhammadiyah

Faktor Penyebab Lahirnya Kader Oportunis di Muhammadiyah
*) Oleh : Dr. Risman Muchtar, M.Si
Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Penutup
Lahirnya kader oportunis tidak dapat dijelaskan hanya karena kelemahan moral individu. Ia dapat lahir dari pertemuan antara lemahnya internalisasi ideologi, kaderisasi yang formalistik, budaya transaksional, mentalitas jabatan, pragmatisme, lemahnya keteladanan, sistem merit yang belum kuat, politik kelompok, dan kurangnya pembinaan berkelanjutan.

Oleh sebab itu, solusi terhadap oportunisme juga harus bersifat menyeluruh. Muhammadiyah membutuhkan kader yang cerdas tetapi tidak licik, kuat tetapi tidak arogan, berpengaruh tetapi tidak haus kekuasaan, kritis tetapi tetap beradab, dan memiliki jabatan tetapi tidak menjadi hamba jabatan.

Kader otentik adalah kader yang tetap berkhidmat ketika mendapatkan amanah maupun ketika tidak mendapatkan posisi. Ia tidak menjadikan Muhammadiyah sebagai kendaraan menuju kepentingan pribadi, tetapi menjadikan dirinya sebagai alat perjuangan untuk menegakkan nilai-nilai Islam dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kader bukanlah “seberapa tinggi posisi yang pernah ia duduki”, melainkan “seberapa besar manfaat yang ia berikan dan seberapa amanah ia menjalankan perjuangan.” Karena Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…” (QS. An-Nisa’ [4]: 58).

Dan bagi Persyarikatan, tugas kaderisasi bukan sekadar menghasilkan orang yang mampu memegang jabatan, tetapi menghasilkan manusia yang mampu memegang amanah, dan siap menjadi mujahid yang akan menggerakkan dakwah, kapan saja dan di mana saja mereka berada, itulah kader sejati yang diharapkan melanjutkan tugas dakwah Muhammadiyah dan terus berjuang untuk mencapai tujuan Persyarikatan; Mengakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb. (*)

Daftar Pustaka
• Al-Qur’an al-Karim.
• Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari.
• Muslim, Shahih Muslim.
• Muhammadiyah. Kader, Perkaderan, Kaderisasi, dan Sumber Daya Insani di Muhammadiyah.
• Muhammadiyah. Siapakah Kader Otentik Muhammadiyah?
• Muhammadiyah. Membangun dan Membentengi Ideologi Kader melalui Pengajian Muhammadiyah.
• Sarianti, Betra. Strategi Muhammadiyah dalam Menghadapi Pelemahan Ideologi dan Doktrin bagi Anggota Persyarikatan.
• Thoriq, Alfan, Silawati, dan Yusron Masduki. Sistem Ideologi Manajemen Pendidikan Kader Muhammadiyah.

 

Tinggalkan Balasan

Search