“Hadiah Pernikahan”, Guru SD Musix Raih Medali Perak Olimpiade Guru Matematika Nasional

"Hadiah Pernikahan", Guru SD Musix Raih Medali Perak Olimpiade Guru Matematika Nasional
www.majelistabligh.id -

Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Muhammadiyah. Ustadzah Jihan Nurilla, SPd, seorang guru kelas 2-ICP di SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Medali Perak dalam ajang Olimpiade Guru Matematika (OGM) 11 tingkat nasional.

Puncak kompetisi bergengsi ini berlangsung di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, pada Minggu (26/4/2026). Perjalanan Jihan menuju podium juara tidaklah mudah, ia harus menyisihkan peserta dari berbagai penjuru tanah air sejak babak penyisihan yang digelar di Asrama Haji Surabaya.

Perjuangan Melawan Ragu
Di balik kesuksesannya, terselip kisah haru mengenai komitmen dan restu keluarga. Jihan yang baru saja melangsungkan pernikahan dengan Taufik Afandi—yang juga merupakan staf di SD Musix Surabaya—pada 12 April 2026 lalu, sempat didera keraguan untuk berangkat ke babak final. Namun hasil gemilang tersebut akhirnya jadi hadiah pernikahan yang istimewa.

Jihan mengaku bahwa sejak remaja, ia tidak terbiasa bepergian jauh tanpa pendampingan keluarga. Terlebih, jadwal final OGM 11 jatuh hanya berselang dua minggu setelah hari pernikahannya, tepat saat masa cutinya baru saja usai.

“Sejujurnya ada keraguan karena perjalanan yang jauh. Saya ragu apakah suami mau menemani atau tidak. Ini adalah kesempatan yang saya nantikan, namun saya sangat mengharapkan izin dan pendampingan dari suami atau keluarga,” ungkap Jihan.

Beruntung, sang suami memberikan dukungan penuh. Jihan akhirnya berangkat ke Tangerang Selatan didampingi oleh suami tercinta, yang menjadi suntikan semangat tambahan hingga ia berhasil membawa pulang medali.

Rasa Syukur dan Target Masa Depan
Menanggapi keberhasilannya meraih Medali Perak, Ustadzah Jihan menyatakan rasa syukur yang mendalam. Ia tak menyangka bisa bersaing dengan peserta dari Palembang, Jakarta, Bali, hingga Banyuwangi dan keluar sebagai juara.

“Alhamdulillah, saya merasa senang dan bangga atas capaian ini. Mengingat ini adalah kesempatan pertama, berhasil duduk di kursi finalis saja sudah sangat membanggakan bagi saya. Begitu hasil akhir diumumkan, rasanya semakin tidak percaya,” tuturnya dengan rona bahagia.

Meski telah meraih perak, semangat kompetisi guru muda ini tidak padam. Ia menjadikan pengalaman perdana ini sebagai bahan evaluasi untuk kompetisi-kompetisi berikutnya.

“Ke depan, saya ingin mempersiapkan segalanya dengan lebih matang sehingga tidak ada penyesalan. Apapun hasilnya itu bonus, tapi jujur saja, Gold Medal tetap membuat saya penasaran,” pungkasnya dengan nada optimis.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi guru-guru Muhammadiyah lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang akademik, sekaligus membuktikan bahwa peran sebagai seorang istri bukan penghalang untuk terus berprestasi di tingkat nasional. (Munahar)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search