Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan khotbah Jum’at di Masjid Gedhe Kauman, Jumat (5/6/2026), dengan menyoroti tantangan peradaban global yang dinilai mengalami krisis nilai kemanusiaan.
Dalam khotbahnya, Haedar menyatakan bahwa peradaban modern yang bertumpu pada humanisme sekuler terbukti belum mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan yang merata. Ia menilai kondisi tersebut justru menyisakan “lorong-lorong gelap” dalam kehidupan manusia, termasuk ketimpangan sosial dan degradasi moral.
Menurutnya, situasi ini membuka peluang sekaligus tanggung jawab bagi Islam untuk tampil sebagai alternatif peradaban yang lebih berkeadaban dan berkemajuan. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Islam memiliki landasan kuat dalam menjunjung tinggi martabat manusia secara universal.
Haedar menjelaskan bahwa Islam tidak hanya sebatas sistem keyakinan spiritual, tetapi juga merupakan sumber nilai yang mampu melahirkan ilmu pengetahuan dan kemajuan peradaban. Ia menekankan pentingnya menjadikan ajaran Islam sebagai basis dalam membangun kehidupan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menyoroti konsep tauhid sebagai energi utama dalam kehidupan umat. Menurutnya, tauhid tidak boleh berhenti sebagai doktrin teologis, melainkan harus menjadi kekuatan fungsional yang memancarkan pencerahan serta menghadirkan kebajikan nyata dalam kehidupan sosial.
Dalam konteks sosial budaya, Haedar menekankan bahwa nilai rahmat dalam Islam bersifat universal dan melampaui batas-batas agama, suku, maupun identitas lainnya. Ia menyebut rahmat sebagai fondasi penting dalam membangun harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
Khutbah tersebut dinilai relevan dengan kondisi politik, ekonomi, sosial, dan budaya saat ini, di mana masyarakat global menghadapi berbagai tantangan kompleks. Pesan yang disampaikan Haedar diharapkan dapat menjadi refleksi sekaligus panduan dalam membangun peradaban yang lebih manusiawi dan berkeadaban. (m roissudin)
