“A wise person is not one who waits for free time to do good, but one who uses every second of his life to get closer to Allah.”
“(Orang bijak bukanlah yang menunggu waktu luang untuk berbuat baik, melainkan yang memanfaatkan setiap detik hidupnya untuk mendekat kepada Allah).”
Kehidupan manusia sesungguhnya sangat singkat. Hari kemarin telah berlalu dan tidak akan pernah kembali. Hari esok pun belum tentu dapat kita jumpai, karena ajal bisa datang kapan saja atas kehendak Allah Swt. Maka, hari ini adalah kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, serta menanam kebaikan bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Nasihat Hasan Al-Bashri mengingatkan bahwa manusia sering terlena oleh kesibukan dunia hingga lupa mempersiapkan bekal menuju kehidupan abadi. Allah Swt berfirman:
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan.”(QS. Al-‘Ashr: 1–3)
Ayat ini menjelaskan bahwa waktu adalah nikmat yang sangat berharga. Orang yang tidak memanfaatkannya untuk iman dan amal saleh termasuk golongan yang merugi. Rasulullah saw bersabda:
اغتنِمْ خمسًا قبل خمسٍ : شبابَك قبل هَرَمِك، وصِحَّتَك قبل سَقَمِك، وغناك قبل فقرِك، وفراغَك قبل شُغلِك، وحياتَك قبل موتِك
“Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, waktu luangmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim No. 7846)
Hadis sahih ini mengajarkan agar manusia tidak menunda kebaikan. Setiap hari adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.
Marilah kita menjadikan hari ini sebagai ladang amal dan kesempatan memperbaiki diri. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa makna. Sebab, manusia terbaik adalah mereka yang memanfaatkan hidupnya untuk ibadah, kebaikan, dan kebermanfaatan bagi sesama.
Semoga bermanfaat.
