Strategi PCM Kebayoran Baru Perkuat Finansial Jamaah lewat “Jalur Langit” dan AI

Strategi finansial digodok dalam kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT). (ist)
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru merumuskan langkah taktis bagi para pengurus, guru, dan tenaga kependidikan agar mampu bertahan dan berdaya di tengah gejolak ekonomi nasional. Strategi ini digodok dalam kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang berlangsung khidmat di Masjid At-Taqwa, Komplek Perguruan Muhammadiyah Limau, Jakarta Selatan.

Ketua PCM Kebayoran Baru, Ustadz M. Said Matondang, menjelaskan bahwa forum bulanan kali ini sengaja mengangkat tema “Desain Ekonomi Muhammadiyah Di Masa Efisiensi”. Agenda ini dinilai sangat krusial menyusul lonjakan biaya hidup—mulai dari harga kebutuhan pokok, pendidikan, transportasi, hingga BBM non-subsidi—yang kian menggerus daya beli masyarakat.

“MABIT menjadi sarana penyegaran ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bagi para penggerak di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Harapannya, gairah dakwah amar ma’ruf nahi munkar senantiasa terjaga kuat di tengah impitan ekonomi,” ujar Ustadz Said yang juga dikenal sebagai seorang Qori.

Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah, Faozan Amar, yang membedah rahasia kedaulatan finansial. Ia menawarkan konsep mutakhir yang mengombinasikan adopsi teknologi modern berupa Artificial Intelligence (AI) dengan kekuatan spiritual, atau yang populer disebut ‘jalur langit’.

“Menghadapi kesulitan ekonomi tidak cukup dengan mengeluh. Kita harus menyikapinya dengan ikhtiar, inovasi, dan tawakal. Pendapatan rutin dari AUM saja tidak akan mencukupi jika kita tidak kreatif menangkap peluang,” tegas Faozan, yang juga merupakan Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA.

Di hadapan para kader, Faozan membeberkan empat strategi jitu dalam memadukan potensi duniawi dan ukhrawi untuk memperkuat ketahanan ekonomi jamaah:

  1. Optimalisasi AI dan Kecakapan Digital. Menghadapi tantangan abad ke-21, guru dan karyawan Muhammadiyah harus bertransformasi menjadi knowledge worker. Penguasaan teknologi AI, sistem pembelajaran digital, hingga pembuatan konten edukasi perlu dioptimalkan untuk membuka sumber pendapatan baru yang halal, seperti bimbingan belajar daring, menulis buku digital, atau memasarkan produk UMKM.
  2. Mengetuk ‘Jalur Langit’ lewat Takwa dan Sedekah. Pondasi spiritual tidak boleh diabaikan. Merujuk Surah Ath-Thalaq ayat 2-3 dan Al-Baqarah ayat 261, ketakwaan dan sedekah tidak akan membuat miskin, melainkan melipatgandakan rezeki. Faozan mengajak jamaah menghidupkan kembali spirit Al-Ma’un melalui pembentukan dana sosial internal serta gerakan infak harian untuk menopang sesama warga persyarikatan yang sedang kesulitan.
  3. Manajemen Keuangan Ketat Berbasis Alokasi Syariah. Sesuai Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), jamaah diimbau menjauhi perilaku berlebih-lebihan (israf), menghindari fitur paylater, serta menjauhi utang konsumtif. Pengelolaan keuangan pribadi sebaiknya menerapkan formula: 60 persen untuk kebutuhan pokok, dan masing-masing 10 persen untuk dana darurat, tabungan investasi, pendidikan, serta infak sosial.
  4. Membangun Ekosistem Gerakan “Belanja Antar-Warga”. Sesuai spirit ta’awun dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2, warga didorong menggerakkan program “Belanja dari Warga Muhammadiyah”. Langkah ini diwujudkan melalui pembuatan direktori usaha warga, penyelenggaraan bazar bulanan, serta penguatan koperasi syariah PCM agar perputaran uang tetap berada di internal persyarikatan.

Ke depan, Faozan menekankan tiga agenda utama yang harus dikawal oleh PCM Kebayoran Baru, yaitu: menjaga kesejahteraan warga, menguatkan UMKM binaan jamaah, dan mendiversifikasi pendapatan AUM agar institusi pendidikan tidak hanya bergantung pada iuran SPP siswa.

“Masa efisiensi adalah momentum terbaik untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Jika keluarga kuat dan sekolah kuat, maka Muhammadiyah akan semakin solid dan berkemajuan,” pungkas Faozan, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Koperasi Jasa Khairu Ummah, seraya menyitir hadis tentang keutamaan seorang Mukmin yang kuat.

Selain pemaparan strategi ekonomi, rangkaian acara MABIT ini juga diisi dengan agenda organisasi penting, di antaranya pelantikan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) baru, penyerahan SK Penjabat Kepala Sekolah, serta penyegaran pengurus di lingkungan PCM Kebayoran Baru. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search