Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, Abdul Basith, Lc., M.Pd.I., mengeluarkan pernyataan resmi yang menekankan pentingnya menjaga kekhidmatan, ketertiban, serta memperluas esensi berbagi dalam momentum agung ini.
Abdul Basith menyampaikan bahwa bulan Zulhijah merupakan momentum besar yang sarat akan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan penguatan ukhuwah Islamiyah. Terlebih, pelaksanaan Salat Iduladha tahun ini berlangsung serentak di seluruh penjuru tanah air, bahkan dunia.
“Kami mengajak seluruh jajaran Persyarikatan, mulai dari pimpinan cabang, ranting, amal usaha, organisasi otonom (ortom), hingga jamaah Muhammadiyah untuk menyambut momentum ini dengan penuh khidmat, tertib, dan semangat persaudaraan yang tinggi,” ujar Abdul Basith dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, Iduladha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah ruang untuk mengaktualisasikan nilai ketakwaan, kepedulian sosial, dan persatuan umat. Oleh karena itu, ia berharap pelaksanaan Salat Iduladha mampu menampilkan wajah Islam yang teduh, ramah, dan mencerahkan bagi lingkungan sekitar.
Lima Imbauan Penting Pelaksanaan Salat Id
Guna memastikan ibadah berjalan dengan lancar dan khusyuk, Majelis Tabligh PWM Jatim mengeluarkan lima poin imbauan utama bagi seluruh panitia dan jamaah:
- Tertib dan Santun: Melaksanakan rangkaian ibadah dengan menjaga adab Islam yang mulia.
- Menjaga Lingkungan: Menjamin kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lokasi pelaksanaan salat.
- Ketertiban Umum: Memastikan seluruh rangkaian acara tidak mengganggu fasilitas atau aktivitas publik.
- Keamanan Jamaah: Memperhatikan aspek keselamatan seluruh jamaah yang hadir.
- Sinergi dan Koordinasi: Menjalin komunikasi yang intensif dengan pemerintah setempat, aparat keamanan, takmir masjid, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya.
“Mari kita bersama-sama menghadirkan suasana Iduladha yang menenangkan, menggembirakan, dan mampu menguatkan ukhuwah kebangsaan,” tambahnya.
Semangat Berbagi Melalui Kurban
Lebih lanjut, Abdul Basith juga mengetuk hati para pekurban dan panitia untuk menjadikan Iduladha 1447 H ini sebagai jembatan kepedulian. Semarak Iduladha tidak boleh hanya diukur dari ramainya jamaah yang hadir, melainkan dari seberapa luas dampak sosial yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Ia menyerukan agar distribusi hewan kurban diprioritaskan bagi fakir miskin, kaum dhuafa, para pekerja kecil, masyarakat yang sedang mengalami kesulitan hidup, serta mereka yang membutuhkan uluran tangan.
“Semoga hewan kurban yang disalurkan menjadi jalan hadirnya kebahagiaan bagi banyak orang, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang penuh dengan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Majelis Tabligh PWM Jatim juga menginstruksikan kepada seluruh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Timur untuk melakukan dokumentasi dan pelaporan secara terstruktur. Rangkaian laporan tersebut diharapkan mencakup pelaksanaan Salat Id, materi khutbah, aktivitas syiar, hingga proses penyembelihan dan distribusi hewan kurban.
Laporan ini dinilai penting sebagai bagian dari syiar dakwah Persyarikatan, penguatan koordinasi organisasi, sekaligus menjadi inspirasi gerakan dakwah yang menggembirakan dan berkemajuan.
“Semoga seluruh rangkaian ibadah Iduladha tahun ini menjadi amal saleh yang diterima oleh Allah SWT, memperkuat persaudaraan, dan membawa keberkahan bagi bangsa dan negeri tercinta. Mari kita songsong Iduladha dengan hati yang ikhlas, wajah yang ramah, dan tangan yang ringan untuk berbagi,” pungkas Abdul Basith. || chusnun
