Indra Sjafri, dari Lapangan Bola hingga juri Grand Baznas Awards 2026

Indra Safri, dari Lapangan Bola hingga juri Grand Baznas Awards 2026
www.majelistabligh.id -

Sepanjang kariernya di pinggir lapangan hijau, Indra Sjafri kenal betul dinginnya hembusan angin malam dan tajamnya sorotan kamera. Matanya yang jeli terbiasa memindai puluhan pasang kaki muda, mencari jalinan bakat, stamina, dan ketenangan jiwa yang layak mengenakan jersi Garuda di dada.

Namun, ada suasana berbeda yang menyelimuti langkah pelatih kawakan itu di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Tidak ada peluit, tak ada lapangan rumput. Indra hadir sebagai salah satu juri dalam perhelatan Grand Baznas Awards 2026. Tugasnya kini tak lagi menyeleksi calon bintang sepak bola, melainkan menakar jejak kebaikan para penggerak dan pembayar zakat terbaik di penjuru negeri.

Sambil tersenyum tipis, mantan juru taktik Timnas Indonesia U-23 itu mengakui bahwa mandat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ini memberi nuansa yang benar-benar asing, sekaligus menghangatkan hatinya.

“Cukup memberikan warna baru untuk saya. Yang biasanya memilih pemain, sekarang memilih pembayar zakat terbaik,” tuturnya ramah saat ditemui seusai acara.

Bagi Indra, meski objek yang dinilai jauh berbeda, ada benang merah yang tak boleh putus: kejujuran rasa dan integritas. Mengamati potensi atlet muda maupun menguji kontribusi para muzaki sama-sama membutuhkan nurani yang bersih dan tolok ukur yang adil.

“Jangan ada dusta di antara kita dalam memilih, kan? Jangan ada bias,” kelakarnya, menekankan pentingnya transparansi dalam setiap penilaian kolektif bersama tim juri lainnya.

Saat disinggung apakah ia menerapkan ‘formasi khusus’ ala pertandingan sepak bola dalam menentukan pemenang, gelak tawa Indra pecah. “Enggak ada formasi mana. Masa memilih pembayar zakat ada formasinya? Enggak ada, jauh beda,” selorohnya lepas.

Pria yang dikenal dekat dengan anak-anak asuhnya ini sadar betul, kesempatan berdiri di panggung pengabdian kemanusiaan seperti ini adalah takdir yang langka. Ia merengkuh tugas tersebut dengan kerendahan hati, menyadari bahwa ketulusan memberi tak akan pernah bisa diukur dengan rumus matematika yang sempurna.

Bukan tanpa alasan Baznas menghadirkan apresiasi semacam ini. Ketua Baznas RI, Dr. Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa merayakan kebaikan para pembayar dan penggerak zakat bukanlah bentuk kesombongan, melainkan ikhtiar menularkan keteladanan.

Melalui ajang yang mencakup 20 kategori—mulai dari tokoh daerah seperti gubernur dan wali kota hingga masyarakat awam—Baznas ingin membangun ekosistem berbagi yang hangat, inklusif, dan penuh kepercayaan.

Bagi Indra Sjafri, lembaran baru dalam perjalanan hidupnya malam itu meninggalkan pesan mendalam yang ingin ia bagikan kepada khalayak luas.

“Saya mengimbau semua masyarakat Indonesia, terutama yang muslim, untuk menyalurkan kelebihan rezekinya melalui lembaga zakat. Ini bukan sekadar tentang penghargaan, melainkan tentang memberi motivasi agar kita terus saling merangkul dan berbagi,” pungkasnya penuh harap.

Di akhir malam, Indra tak hanya pulang sebagai seorang pelatih bola, tetapi sebagai saksi bahwa di luar riuk rendah stadion, ada perjuangan sunyi lain yang tak kalah megah: perjuangan menanam kebaikan untuk sesama. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search