Islam Berkemajuan: Menyatukan Iman, Ilmu, dan Amal

www.majelistabligh.id -

Islam yang dipahami Muhammadiyah sejak awal berdirinya hingga kini merupakan keterpaduan antara iman, ilmu, dan amal. Pemahaman inilah yang membuat warga Muhammadiyah tidak pernah mendikotomi urusan dunia dan akhirat.

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ridho Al Hamdi, menegaskan bahwa jalan menuju surga bagi warga Muhammadiyah tidak hanya ditempuh melalui ibadah ritual semata.

“Menjadi orang Islam, khususnya warga Muhammadiyah, tidak boleh memisahkan urusan agama dengan hanya mementingkan salat lima waktu. Hidup tidak cukup sekadar salat,” ujar Ridho dalam Pengajian Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Nitikan di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Ridho, prinsip tersebut mendorong Muhammadiyah untuk terus berperan aktif dalam membangun keindonesiaan. Memajukan kehidupan berbangsa dinilai sebagai bagian utuh dari ibadah, sejalan dengan konsep Islam Berkemajuan yang berorientasi pada amal nyata—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Manifestasi iman dan ilmu tersebut diwujudkan melalui pendirian Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Di bidang kesehatan, rumah sakit Muhammadiyah hadir untuk menyehatkan bangsa. Sementara di sektor pendidikan, Muhammadiyah berikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa agar para pemegang amanah kekuasaan kelak tidak melahirkan kebijakan yang serampangan.

“Muhammadiyah bahkan hadir di berbagai pelosok pedalaman Indonesia yang belum tersentuh fasilitas sekolah maupun kampus,” tambah Ridho.

Mengutip pemikiran Buya Syafii Maarif, Ridho menyampaikan bahwa Islam dan Muhammadiyah bersikap tegas menolak kemiskinan sekaligus konsisten berpihak pada kaum tertindas. Semangat amal nyata ini pula yang menjadi pijakan gerakan Muhammadiyah dalam mengikis berbagai bentuk penjajahan, baik di tingkat nasional maupun global.

Ia menekankan bahwa ketertinggalan sebagian umat Islam saat ini bukan disebabkan oleh ajaran agamanya, melainkan cara pandang pemeluknya yang masih berpemikiran sempit (jumud). Padahal, Islam adalah agama yang futuristik, mencerahkan, serta hadir memberikan solusi bagi kemajuan zaman. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search