Dalam setiap rumah tangga, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Tidak semua masalah bisa selesai dalam hitungan menit. Namun, jangan biarkan ego menjadi tembok yang memisahkan hati.
Belajarlah meminta maaf meski merasa benar, dan belajarlah memaafkan meski hati masih terluka. Bukan karena kalah, tetapi karena hubungan jauh lebih berharga daripada memenangkan perdebatan.
وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ
“…, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain…” (QS Ali ‘Imran 3: 134)
Pasangan yang saling memaafkan akan menemukan ketenangan. Dan pasangan yang menjaga komunikasi akan menemukan jalan keluar dari setiap masalah.
Karena cinta yang bertahan bukanlah cinta yang bebas dari konflik, melainkan cinta yang selalu memilih berdamai setelah badai berlalu.
Semoga bermanfaat.
