Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ujungpangkah menggelar Kajian Muslim dan Muslimah (Karimah) yang berlangsung khidmat di Masjid Sabilillah, Ujungpangkah, Ahad (19/7/2026). Kajian ini menghadirkan Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ustaz Dr. Slamet Muliono Redjosari, M.Si., sebagai pembicara utama.
Mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, “Kerja itu Jihad: Etos Profesional Muslim”, Dr. Slamet Muliono menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap tetes keringat yang dikeluarkan saat bekerja. Menurutnya, fondasi utama dari keberhasilan seorang pekerja muslim terletak pada cara ia memandang pekerjaannya.
“Pekerja yang sukses adalah mereka yang senantiasa mengaitkan pekerjaannya dengan tujuan akhirat. Tanpa kesadaran itu, arah dan tujuan dalam bekerja akan mengalami penyimpangan,” kata Slamet Muliono.
Dalam ceramahnya, Slamet Muliono membedah rahasia kesuksesan finansial dan kepemimpinan yang dicontohkan oleh para nabi, salah satunya adalah Nabi Yusuf as. Ia menjelaskan bagaimana Nabi Yusuf as bertransformasi dari seorang pemuda yang terasing hingga dipercaya menjadi pembesar di Mesir, dan akhirnya diangkat menjadi raja. Kuncinya terletak pada integrasi antara ketakwaan, kesabaran, dan profesionalisme.
Beliau kemudian menyitir Al-Qur’an Surat Yusuf ayat 90: “Mereka berkata, ‘Apakah engkau benar-benar Yusuf?’ Dia (Yusuf) menjawab, ‘Aku Yusuf dan ini saudaraku. Sungguh, Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami. Sesungguhnya barang siapa bertakwa dan bersabar, maka sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.’”
Ayat ini menjadi dasar keberhasilan Nabi Yusuf. Kunci dari segala pencapaian beliau adalah ketakwaan, dan beliau menyadari sepenuhnya bahwa seluruh keberhasilan tersebut merupakan karunia Allah yang didapatkan dengan menjalani hidup penuh takwa serta sabar.

Lebih lanjut, dosen sekaligus tokoh Muhammadiyah Jatim ini memaparkan bahwa etos kerja profesional seorang muslim setidaknya harus mencakup dua kriteria utama berdasarkan rekam jejak Nabi Yusuf as, yaitu terpercaya (akuntabel) dan berpengetahuan (kompeten). Hal ini merujuk pada Surat Yusuf ayat 55:
“Dia (Yusuf) berkata, ‘Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan.’”
Dr. Slamet menerangkan bahwa berkat kapasitas pengetahuannya yang luar biasa, Nabi Yusuf as berhasil memberikan solusi logistik dan ekonomi yang jitu saat Mesir diambang ancaman krisis paceklik hebat. Di sisi lain, sifat terpercaya dan integritas moralnya yang tinggi dibuktikan saat ia berhasil lolos dari rayuan istri pembesar yang merawatnya, sehingga terhindar dari perbuatan zina.
Kajian Karimah ini ditutup dengan pesan kuat kepada seluruh jamaah agar menjadikan pekerjaan sebagai ladang jihad. Menjadi profesional yang hafidzun ‘alim—pandai menjaga amanah dan ahli di bidangnya—bukan sekadar untuk menumpuk harta di dunia, melainkan demi meraih rida Allah Swt di akhirat kelak.
Kajian KARIMAH ini juga dilengkapi dengan aksi nyata kepedulian sosial. Selaras dengan semangat Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ujungpangkah menyediakan layanan Bazar Sayur Gratis dan Pengobatan Gratis bagi jamaah yang membutuhkan. Langkah ini menunjukkan harmoni yang indah antara penguatan spiritual melalui ilmu dan kepedulian sosial. || chusnun
