Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) bersama Lembaga Kerja Sama dan Hubungan Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menjalin sinergi strategis untuk memperkuat ekosistem dakwah global. Langkah ini diawali dengan pembicaraan intensif yang berlangsung di Warung Soto Lamongan (Wasola), Malaysia, Jumat (7/8/2026), mendampingi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pengiriman dai ke berbagai negara, tetapi juga mencakup penyiapan sumber daya manusia yang terstruktur. Para dai akan dibekali kapasitas keilmuan, wawasan internasional, hingga kemampuan komunikasi lintas budaya agar siap menghadapi dinamika masyarakat global.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menegaskan bahwa sinergi dengan LHKI merupakan langkah krusial seiring meluasnya jaringan Persyarikatan di mancanegara. Menurutnya, pengiriman dai harus didukung oleh sistem pembinaan yang matang—mulai dari pemetaan kebutuhan, seleksi, pemantapan kompetensi, hingga pendampingan di negara tujuan.
“Ini bukan sekadar mengirim dai, melainkan membangun ekosistem dakwah global. Para dai disiapkan menjadi pelayan umat sekaligus duta Muhammadiyah yang membawa nilai Islam berkemajuan, moderat, dan rahmatan lil alamin,” ujar Arifin.
Ia juga menyoroti peran PCIM di berbagai negara sebagai kekuatan strategis untuk memetakan kebutuhan dakwah lokal.
Sekretaris LHKI PP Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah, menyambut baik kolaborasi lintas lembaga ini. Ia menilai, tantangan dakwah internasional yang makin kompleks membutuhkan pendekatan yang terencana dan berkelanjutan.
“Dakwah tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga bagian dari kontribusi Muhammadiyah dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik di tingkat internasional,” jelas Yayah.
Dukungan penuh turut disampaikan oleh pengurus PCIM Malaysia. Kehadiran dai yang adaptif dan berwawasan global dinilai bakal memperkuat pelayanan dakwah Muhammadiyah di luar negeri. Sinergi ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya model pembinaan dai terpadu sekaligus mempercepat internasionalisasi Muhammadiyah di panggung dunia. (*/tim)
