Kemenhaj Ingatkan 9 Larangan di Masjid Nabawi

Masjid Nabawi, Madinah.
www.majelistabligh.id -

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengeluarkan peringatan tegas bagi jemaah haji yang tengah berada di kawasan Masjid Nabawi, Madinah. Jemaah dilarang keras melakukan siaran langsung (live streaming) hingga membentangkan atribut atau spanduk kelompok.

Peringatan ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemenhaj.

“Demi menjaga ketertiban dan kekhusyukan, jemaah diimbau untuk tidak melakukan live streaming dan tidak membawa alat fotografi profesional di kawasan Masjid Nabawi,” tegas Maria.

Agar tidak berurusan dengan Askar (pihak keamanan Arab Saudi) atau mengganggu kenyamanan jemaah dari negara lain, Maria merinci sembilan larangan utama yang wajib dipatuhi oleh seluruh jemaah haji Indonesia. Berikut daftarnya:

  1. Dilarang melakukan siaran langsung (live streaming).
  2. Dilarang membawa alat fotografi atau kamera profesional.
  3. Tidak menggunakan perangkat pengeras suara (Toa/speaker).
  4. Dilarang berkerumun yang memicu kegaduhan jalan.
  5. Dilarang membentangkan atau membawa atribut/spanduk kelompok.
  6. Dilarang keras merokok di area masjid dan sekitarnya.
  7. Tidak mengambil barang temuan tanpa melapor kepada petugas keamanan.
  8. Dilarang membuang sampah sembarangan.
  9. Tidak membawa barang bawaan berukuran besar yang tidak diperlukan ke dalam masjid.

Selain sosialisasi aturan ketat, Kemenhaj juga membagikan tips mitigasi agar jemaah, khususnya kalangan lanjut usia (lansia), tidak tersesat di kompleks Masjid Nabawi yang sangat luas.

Maria mengimbau jemaah untuk selalu mencatat dan mengingat nomor pintu masuk atau gerbang (gate) saat tiba di masjid. “Jemaah diimbau untuk mengingat pintu masuk, serta menghafal nama dan nomor hotel tempat menginap,” paparnya.

Lebih lanjut, jemaah diwajibkan untuk selalu mengalungkan identitas diri, baik ID Card, gelang haji, maupun kartu Nusuk ke mana pun mereka pergi. Agar lebih aman, Maria menyarankan jemaah untuk menerapkan sistem pendampingan (buddy system) saat beraktivitas.

“Saat Anda bepergian ke luar hotel atau masjid, harus secara berkelompok. Jangan bepergian sendirian,” pesan Maria. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search