Dalam banyak ayat, Allah berulang kali menyebut pendengaran dan penglihatan. Bukan penglihatan dan pendengaran.
Allah berfirman dalam QS. An-Nahl: 78
وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur.
Menariknya pada ayat tersebut pendengaran disebut lebih dahulu. Ternyata secara ilmiyah, indra pertama yang aktif pada manusia adalah pendengaran. Saat masih dalam kandungan, bayi sudah mampu mendengar suara dari luar. Sedangkan penglihatan baru berfungsi sempurna setelah lahir. Bahkan ketika kita tidur, mata berhenti melihat, telinga tetap bekerja. Karena itu seseorang bisa terbangun karena suara, meskipun matanya tertutup.
Kita mendengar adzan, bacaan Al-Qura’an, nasihat, ceramah dan dakwah. Sebelum akhirnya hati tersentuh dan mata melihat kebenaran. Sering kali perubahan hidup di mulai dari sesuatu yang terdengar.
Karena itu Allah berfirman dalam QS. Al-Isro’: 36
اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Artinya: Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.
Pendengaran disebut lebih dulu. Seolah mengingatkan: apa yang kita dengar setiap hari sedang membentuk hati kita.
Mungkin ini sebabnya Islam menjaga telinga. Karena apa yang masuk ke telinga, akan turun ke hati. Dan apa yang memenuhi hati, akan mempengaruhi hidup.
Allah selalu mendahulukan pendengaran sebelum penglihatan dalam Al-Qur’an karena telinga berfungsi lebih awal sejak janin, menjadi pintu utama ilmu dan hidayah, serta tetap aktif bahkan saat manusia tidur. Hal ini menegaskan bahwa pendengaran adalah gerbang pertama kesadaran dan iman.
Hikmah Penyebutan Pendengaran Sebelum Penglihatan
1. Urutan Penciptaan
• Pendengaran aktif sejak janin dalam kandungan, sementara penglihatan baru berfungsi setelah bayi lahir.
• Bayi belajar mengenal suara, bahasa, dan perintah melalui telinga sebelum matanya terbiasa melihat.
2. Gerbang Ilmu dan Hidayah
• Ilmu pertama kali masuk lewat pendengaran: mendengar bacaan Al-Qur’an, nasihat, atau perintah.
• Banyak sahabat Nabi ﷺ masuk Islam setelah mendengar ayat Al-Qur’an, sebelum melihat Rasulullah secara langsung.
3. Pendengaran Tidak Pernah Tidur
• Saat manusia tidur, mata terpejam, tetapi telinga tetap siaga menerima suara.
• Karena itu, azan, bacaan Al-Qur’an, atau nasihat bisa menembus hati meski dalam keadaan lemah atau tidak sadar sepenuhnya.
4. Makna Linguistik dalam Al-Qur’an
• Kata “pendengaran” (as-sam‘) sering disebut dalam bentuk tunggal, sedangkan “penglihatan” (al-abshar) dalam bentuk jamak.
• Tafsir Quraish Shihab: suara yang didengar sama bagi semua orang, sedangkan penglihatan berbeda tergantung sudut pandang
Refleksi Praktis
• Dalam Pendidikan: Guru sebaiknya menekankan pentingnya mendengar dengan penuh perhatian sebelum mengajarkan visual.
• Dalam Ibadah: Salat berjamaah menekankan pendengaran (mendengar bacaan imam) sebagai pintu kekhusyukan.
• Dalam Kehidupan: Hidayah sering datang dari apa yang kita dengar; maka menjaga telinga dari hal-hal yang buruk adalah kunci menjaga hati.
