Perbedaan pandangan, suku, budaya, hingga jalan pikiran adalah sunnatullah yang tak terelakkan. Allah SWT menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bukan untuk saling memusuhi, melainkan agar saling mengenal (lita’arafu). Di era yang serba cepat dan penuh dinamika ini, kemampuan merawat ukhuwah (persaudaraan) di atas keberagaman menjadi pilar utama untuk melahirkan bangsa yang kokoh dan dilimpahi keberkahan.
Merawat Akar Persaudaraan
Dalam ajaran Islam, ukhuwah tidak terbatas pada ikatan iman semata (ukhuwah Islamiyah). Lebih luas dari itu, ada ikatan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah) dan persaudaraan sesama manusia (ukhuwah basyariyah). Ketika ketiganya dijaga dengan seimbang, ruang-ruang perselisihan akan menyempit. Perbedaan pilihan atau pemikiran hendaknya disikapi sebagai kekayaan warna, bukan sebagai bahan bakar perpecahan.
Rasulullah SAW telah memberi teladan nyata melalui Piagam Madinah. Beliau membangun masyarakat yang majemuk dengan pijakan keadilan, toleransi, dan rasa saling menjaga. Ketika hak-hak setiap individu dihormati, rasa aman dan kedamaian akan tumbuh secara alami.
Dampak Ukhuwah bagi Kekuatan Bangsa
Sebuah bangsa tidak akan runtuh karena tekanan dari luar jika fondasi dalamnya terikat erat oleh rasa persaudaraan. Sebaliknya, perselisihan internal yang dipelihara hanya akan mengikis energi umat dan merusak tatanan sosial. Ada beberapa ikhtiar nyata yang dapat kita lakukan untuk merawat ukhuwah:
– Pikirkan Dampak Sebelum Berucap: Mengendalikan lisan dan jemari dari narasi provokatif, hoaks, serta adu domba.
– Mengedepankan Husnuzhan: Berprasangka baik terhadap sesama dan mengutamakan tabayun ketika menerima informasi yang meragukan.
– Fokus pada Persamaan: Mencari titik temu untuk kebaikan bersama ketimbang membesar-besarkan perbedaan.
Keberkahan dalam Persatuan
Persatuan membawa pertolongan Allah SWT. Masyarakat yang saling menyayangi, menghormati, dan bahu-membahu dalam kebaikan akan mengundang rahmat dari langit dan bumi. Sebaliknya, perpecahan hanya akan menjauhkan kita dari keberkahan.
Mari kita jadikan perbedaan sebagai sarana untuk saling melengkapi, bukan saling menjatuhkan. Dengan menjaga persaudaraan di tengah dinamika perbedaan, kita sedang membangun fondasi bangsa yang tak hanya tangguh secara fisik dan ekonomi, tetapi juga tenteram, damai, serta berada dalam naungan rida Allah SWT.
Berikut adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi pijakan utama mengenai pentingnya menjaga ukhuwah dan menyikapi perbedaan:
1. Keberagaman sebagai Sunnatullah untuk Saling Mengenal
QS. Al-Hujurat [49]: 13
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًـا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”
2. Perintah Berpegang Teguh pada Tali Allah dan Larangan Bercerai-Berai
QS. Ali ‘Imran [3]: 103
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًا ۚ
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya jadilah kamu orang-orang yang bersaudara…”
3. Setiap Mukmin Adalah Bersaudara & Kewajiban Mendamaikan
QS. Al-Hujurat [49]: 10
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
4. Keberkahan Negeri yang Beriman dan Bertakwa
QS. Al-A’raf [7]: 96
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰىٓ اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ…
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwali, tentulah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”
5. Larangan Saling Berbantahan yang Melumpuhkan Kekuatan Bangsa
QS. Al-Anfal [8]: 46
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (*)
