Ketua Program Road to Indonesia Rakan Masjid UTP Malaysia, Nur Umairah Binti Azizi, menyampaikan apresiasi kepada pihak PPDA Muhammadiyah Bayan yang telah menerima kedatangan rombongan mahasiswa Malaysia.
“Jadi sekarang saya berada di Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada segala pemimpin pondok pesantren telah sudi menerima kami Rakan Masjid Universiti Teknologi PETRONAS Malaysia untuk membuat International Training of Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) Bengkel STEM,” tuturnya.
Sementara itu, Penasihat Road to Indonesia Rakan Masjid UTP Malaysia, Ahmad Faiezal bin Abdul Majid, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa UTP untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada santri.
“Saya mewakili Universiti Teknologi Petronas Malaysia ingin mengucapkan terima kasih kepada Pondok Darul Arqom daerah Purworejo karena sudi menerima kunjungan kami dan juga karena sudi membiarkan mahasiswa kami melatih santri-santri Pondok Pesantren ini bagi pelatihan Science, Technology, Engineering and Mathematics,” katanya.
Ia berharap pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi santri PPDA Muhammadiyah Bayan dan pelajar Muhammadiyah di Purworejo serta wilayah sekitarnya.
“Insyaallah training ini akan memberikan manfaat buat semua santri di Pondok Darul Arqom ini khususnya dan kepada santri-santri di Muhammadiyah Purworejo dan sekitarnya,” ujarnya.
Ahmad Faiezal juga membuka peluang agar program tersebut dapat dilanjutkan pada masa mendatang dengan cakupan yang lebih besar.
PDM Purworejo Apresiasi Integrasi Islam dan Teknologi
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, Drs. Pujiono memberikan apresiasi atas terselenggaranya Bengkel STEM bersama UTP Malaysia.
“Alhamdulillah, menyambut dan mengapresiasi atas kegiatan Bengkel STEM dari Universiti Teknologi Petronas Malaysia yang hari ini memberikan asesmen kepada santri Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo untuk berbagi ilmu, berbagai pengalaman,” katanya.
Menurut Pujiono, pengalaman yang diperoleh santri melalui kegiatan tersebut akan menjadi bekal berharga untuk mengembangkan wawasan mereka di masa depan.
Ia menilai santri PPDA Muhammadiyah Bayan memiliki visi untuk mengembangkan teknologi sebagai bagian dari integrasi Islam dan kemajuan.
“Santri kami mempunyai visi ke depan untuk mengembangkan teknologi menjadi bagian dari integratif antara Islam dan kemajuan itu sendiri,” ujarnya.
Pujiono menegaskan bahwa semangat memadukan Islam dan kemajuan merupakan bagian dari ruh gerakan Muhammadiyah.
Menurutnya, Muhammadiyah ke depan harus mampu menjadi salah satu model pendidikan di Indonesia. Dalam konteks tersebut, PPDA Muhammadiyah Bayan diharapkan menjadi salah satu lembaga pendidikan yang dapat menunjukkan praktik integrasi antara pendidikan keislaman, sains, teknologi, dan karakter.
“Muhammadiyah ke depan harus menjadi role model-nya pendidikan di Indonesia sekaligus Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo akan menjadi harapan kita semua untuk 5–10 tahun yang akan datang,” katanya.
