Kolaborasi PP Darul Arqom dan UTP Malaysia: Bengkel STEM Buka Jendela Dunia bagi Santri dan Murid Muhammadiyah

Kolaborasi PP Darul Arqam dan UTP Malaysia: Bengkel STEM Buka Jendela Dunia bagi Santri dan Murid Muhammadiyah Purworejo
www.majelistabligh.id -

Dukungan dari PCM Bayan dan Pemerintah Desa
Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PCM Bayan, H. Paryono, S.Pd., turut memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan kedatangan mahasiswa-mahasiswi dari Malaysia untuk memberikan pengalaman studinya di SMP Muhammadiyah Jono Bayan Purworejo,” ujarnya.

Paryono berharap pengalaman yang diperoleh peserta tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari.

“Harapannya anak-anak bisa terinspirasi atas ilmu yang diberikan, diaktualisasikan dalam pembelajaran sehari-hari sehingga sukses Darul Arqom untuk masa depan yang berakhlakul karimah,” katanya.

Dukungan juga disampaikan Kepala Desa Jono, Budiati. Ia menyampaikan apresiasi kepada SMP Muhammadiyah Jono dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan internasional tersebut.

“Saya selaku Pemerintah Desa Jono sangat berterima kasih sekali. Saya acungi jempol. Apresiasi penuh SMP Muhammadiyah Jono Bayan yang telah bisa melaksanakan kegiatan, khususnya pada pagi siang hari ini,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut berjalan lancar dan memberikan tambahan wawasan bagi para siswa.

Budiati juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala SMP Muhammadiyah Jono atas kerja sama yang telah terjalin dengan Pemerintah Desa Jono.

Camat Bayan: Asah Logika, Kreativitas, dan Inovasi
Apresiasi serupa disampaikan Camat Bayan, Yeni Astuti, S.STP, MSc. Menurutnya, pelaksanaan Bengkel STEM di wilayah Kecamatan Bayan merupakan sesuatu yang membanggakan.

“Hari ini saya senang sekali karena di wilayah Kecamatan Bayan ada sekolah, yakni SMP Muhammadiyah Jono Bayan yang pada hari ini ketempatan Bengkel STEM Science, Engineering, Technology and Mathematics,” ujarnya.

Yeni menilai STEM memiliki peran penting dalam mengasah kemampuan logika dan kreativitas peserta didik sekaligus mendorong lahirnya inovasi di lingkungan sekolah.

“Luar biasa sekali. Untuk mengasah cara berpikir, logika, kreativitas, dan tentunya meningkatkan inovasi-inovasi di sekolah. Luar biasa, saya sangat mendukung,” katanya.

Ia berharap hasil pelatihan bersama mahasiswa UTP Malaysia dapat diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan di sekolah.

“Semoga setelah kegiatan Bengkel STEM dari UTP Malaysia ini dapat diaplikasikan dan ditingkatkan lebih bagus lagi di sekolah ini,” tuturnya.

Dari Bengkel STEM Menuju Pendidikan Berkemajuan
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian ucapan apresiasi dan terima kasih dari perwakilan pelaksana program Rakan Masjid UTP Malaysia. Panitia juga memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik berdasarkan hasil kerja dan presentasi STEM.

Penghargaan diberikan kepada tiga kelompok terbaik. Selain itu, dilakukan pemberian plakat antara SMP Muhammadiyah Jono dan SMA Muhammadiyah Purworejo dengan perwakilan Rakan Masjid Universiti Teknologi PETRONAS Malaysia sebagai simbol persahabatan dan apresiasi atas kerja sama yang telah terlaksana.

Seluruh peserta kemudian mengikuti sesi foto bersama mahasiswa Rakan Masjid UTP Malaysia.

Bagi PPDA Muhammadiyah Bayan dan SMP Muhammadiyah Jono, kegiatan tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda pelatihan. Kehadiran mahasiswa UTP Malaysia memberikan pengalaman internasional yang memungkinkan santri dan siswa berinteraksi langsung dengan generasi muda dari negara lain dalam suasana akademik yang kolaboratif.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun budaya pendidikan yang terbuka terhadap dunia. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada STEM, tetapi juga diajak untuk berani bertanya, bekerja sama, menyampaikan gagasan, dan menghargai perbedaan latar belakang.

Pada saat yang sama, nilai-nilai Islam tetap menjadi fondasi. Pembukaan dengan Al-Qur’an, persembahan zikir, serta pesan tentang pentingnya melahirkan ulama yang memiliki kompetensi sains menunjukkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ditempatkan dalam kerangka pendidikan Islam yang berkemajuan.

Program tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan PPDA Muhammadiyah Bayan kepada masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang terus mengembangkan inovasi, jejaring internasional, dan integrasi ilmu agama dengan sains dan teknologi.

Kerja sama dengan Rakan Masjid UTP Malaysia diharapkan menjadi awal dari rangkaian program yang lebih luas, mulai dari pelatihan STEM, kunjungan akademik, pengembangan kompetensi peserta didik, hingga berbagai aktivitas pendidikan internasional lainnya. (*/tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search