Semua Kantor LAZISMU di Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) antusias mengikuti rapat koordinasi persiapan audit keuangan secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 12 LAZISMU Daerah Se-Kalteng, yang terdiri dari LAZISMU kota Palangka Raya, Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Murung Raya, Pulang Pisau, dan LAZISMU Sukamara.
Audit keuangan untuk LAZISMU se-wilayah Kalteng akan diagendakan pada 12 – 15 Juni 2026 oleh kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan. Dengan dimulainya koordinasi ini pertanda kesiapan dan kesungguhan untuk mengikuti audit keuangan tahun buku 2025.
Untuk itu LAZISMU terus berkomitmen untuk menjaga amanat yang telah dipercayakan masyarakat. Serta mendorong keuangan yang terstruktur, akuntabel dan transparan.
Ketua LAZISMU Kalteng Muhammad Fitriani menyampaikan, pentingnya audit keuangan yang dilakukan oleh LAZISMU setiap tahun sebagai bagian dari pertanggung jawaban kepada para muzaki dan donator dalam pengelolaan dana umat baik zakat, infak, sedekah serta dana kemanusiaan sosial lainnya (DKSL). Bahwa dana umat tersebut dikelola secara profesional (tepat guna dan tetap sasaran) terutama untuk para mustahik.
“LAZISMU se-Kalteng wajib ikut audit keuangan tahun buku 2025, ini sebagai komitmen dalam mengelola dana umat, sehingga dana yang terkumpul di LAZISMU memang betul- betul bisa bermanfaat dalam berbagai program, serta harus jelas mulai dari pengumpulan, pendistribusian, dan pemberdayaan,” ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa menunaikan zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam, sementara menyalurkannya melalui lembaga yang amanah seperti LAZISMU menjadi pilihan yang tepat.
“Jangan ragu untuk bayar zakat, infak dan sedekah ke LAZISMU, karena bayarnya mudah, program keren tepat guna dan sasaran yang berkelanjutan,” tegasnya.
Keterlambatan dalam mengonsolidasikan pelaporan keuangan yang selama ini terus menjadi kendala, sambung Husnul Khotimah, selaku bidang keuangan dan Audit, dengan adanya teknologi sekarang terutama dalam pelaporan sangatlah mudah. Mulai tahapan proses memasukkan transaksi melalui metode migrasi data serta input transaksi secara langsung, hingga mendapatkan laporan keuangan ZISKA dari masing-masing kantor.
Ia berharap dengan adanya audit keuangan menjadi acuan bersama bahwa keuangan yang kita buat sudah benar.
“Audit keuangan bukanlah sesuatu yang menakutkan, tapi sebagai bagian dari proses pertanggung jawaban kita bersama sehingga kepercayaan makin meningkat serta dapat mempertajam visi misi LAZISMU, menjadi lembaga Amil zakat terpercaya,” ujarnya.
Ditambahkan Husnul, laporan keuangan merupakan implementasi untuk mewujudkan transparansi, akuntabitilas dan tata kelola keuangan sebagai komitmen Lazismu dalam menyampaikan laporan yang terintegrasi, akurat, cepat, dan transparans.
“Pencatatan, pelaporan, dan analisis keuangan secara real-time. Sangat dibutuhkan ditambah dengan komitmen dan konsistensi dari user atau pengguna dalam memasukkan data transaksi harian dalam pengisian data transaksi,” Ujarnya.
Terpantau laporan keuangan di bulan Ramadan 1447 H, LAZISMU se-Kalteng sudah mampu mengumpulkan dana umat sebesar sebesar 1,2 Miliar. Senada dengan Husnul, Kurniawan selaku manager area LAZISMU Kalteng dalam penutupan acara rapat koordinasi menyampaikan, jangan biasakan menunda apa yang bisa dan harus dikerjakan hari ini, karena laporan keuangan adalah kepentingan audit LAZISMU secara kelembagaan.
“Jangan menunggu hari esok karena apa yang dikerjakan di LAZISMU tidak akan pernah habis,” ucapnya. (mf)
