Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus mengakselerasi transformasi digital di lingkungan sekolah. Langkah nyata ini diwujudkan melalui peluncuran KontenMU, sebuah platform media pembelajaran digital inovatif berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Peluncuran tersebut dikemas dalam acara “Pekan InspirasiMU: Sosialisasi Nasional KontenMU, Buku ISMUBA, dan MIPA Bilingual” yang digelar secara daring pada Senin (3/8/2026) malam, dan dihadiri lebih dari 250 perwakilan sekolah serta madrasah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, menjelaskan bahwa platform KontenMU hadir untuk melengkapi buku ISMUBA dan MIPA Bilingual yang telah diluncurkan tahun lalu. Pada tahap awal ini, sebanyak 350 konten pembelajaran digital telah disiapkan untuk menunjang kegiatan belajar siswa di semester pertama.
“KontenMU hadir dalam bentuk video, infografis, hingga game edukatif. Ketiganya dirancang untuk memperkuat dan memperdalam pemahaman siswa terhadap materi buku ISMUBA dan MIPA Bilingual,” ujar Didik.
Ia menekankan bahwa materi di dalam platform ini merupakan hasil karya murni para tenaga pendidik hebat di lingkungan Muhammadiyah. Oleh karena itu, Didik mengimbau seluruh sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Indonesia untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform ini.
“Ini adalah karya dari guru-guru hebat Muhammadiyah. Mari kita manfaatkan bersama demi mendorong kualitas pendidikan yang lebih baik,” tegasnya.
Didik menyebut gerakan ini sebagai komitmen Muhammadiyah dalam meruntuhkan hambatan literasi di Indonesia, khususnya terkait tingginya harga buku pelajaran. Melalui terobosan ini, Muhammadiyah berupaya menyediakan bahan ajar penunjang yang murah, bermutu, dan merata.
Melalui penguatan literasi dan digitalisasi bahan ajar ini, Didik optimistis pendidikan Muhammadiyah mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang berdaya saing tinggi.
“Semoga ke depan, pendidikan Muhammadiyah terus menjadi pendidikan yang didambakan dan dicintai oleh seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Didik. (*/tim)
