‎PBAK STIT Muhammadiyah Kediri Sambut 800 Mahasiswa Baru, Siap Cetak Generasi Berilmu dan Berkemajuan ‎

‎PBAK STIT Muhammadiyah Kediri Sambut 800 Mahasiswa Baru, Siap Cetak Generasi Berilmu dan Berkemajuan ‎
www.majelistabligh.id -

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kediri kembali menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung di Aula Wijaya Kusuma, Sabtu (12/9/2026), menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru sekaligus langkah awal mengenalkan budaya akademik, kemahasiswaan, serta nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.

‎Tahun ini, STIT Muhammadiyah Kediri mencatat perkembangan yang menggembirakan. Sekitar 800 mahasiswa baru diterima dan mengikuti rangkaian PBAK. Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan positif STIT Muhammadiyah Kediri sekaligus menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi Muhammadiyah di Kota Kediri.

‎PBAK tidak hanya menjadi kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan akademik dan membangun karakter sebagai insan intelektual, kader umat, serta bagian dari masyarakat.

‎Tiga Pesan Ketua STIT kepada Mahasiswa Baru

‎Ketua STIT Muhammadiyah Kediri, Dr. Bagus Jamroji, Lc, MPd dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru.

‎Ia menegaskan, menjadi mahasiswa STIT Muhammadiyah Kediri bukan semata-mata tentang mendapatkan gelar akademik. Masa perkuliahan harus menjadi proses untuk membentuk pribadi yang berilmu, berkarakter, memiliki kepemimpinan, serta mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

‎Ada tiga pesan penting yang disampaikan kepada mahasiswa baru.

‎Pertama, menjadi mahasiswa yang bernilai. Mahasiswa tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik dan IPK, tetapi juga harus membangun akhlak, integritas, kedisiplinan, spiritualitas, dan kepedulian sosial.

‎Kedua, bersungguh-sungguh dalam menjalani perkuliahan. Kesempatan menempuh pendidikan tinggi harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya melalui keseriusan belajar, membaca, berdiskusi, mengembangkan kemampuan, dan mengikuti berbagai kegiatan positif di kampus.

‎Ketiga, menjadi mahasiswa yang bermanfaat. Ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti di ruang kelas atau sekadar menjadi bekal mendapatkan pekerjaan. Mahasiswa harus mampu mengubah ilmu menjadi karya dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎Semangat tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

‎خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

‎”Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

‎Dr. Bagus juga menegaskan komitmen STIT Muhammadiyah Kediri untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa.

‎Pertumbuhan jumlah mahasiswa, menurutnya, harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan, baik dalam bidang akademik, kemahasiswaan maupun pengembangan potensi mahasiswa.

Berharap STIT Muhammadiyah Kediri Menjadi Kampus Terbaik

‎Perkembangan jumlah mahasiswa baru menjadi energi baru bagi STIT Muhammadiyah Kediri untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas kontribusinya.

‎Ketua STIT Muhammadiyah Kediri berharap kampus yang menjadi bagian dari gerakan pendidikan Muhammadiyah tersebut dapat terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, profesional, Islami, dan berkemajuan.

‎Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan doa dan dukungan agar STIT Muhammadiyah Kediri ke depan dapat menjadi salah satu kampus terbaik di Indonesia.

‎Harapan tersebut memiliki kaitan erat dengan sejarah panjang Kediri. Kota ini pada masa lalu pernah menjadi salah satu pusat kekuasaan dan kebudayaan penting di Nusantara. Semangat kejayaan sejarah tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi hari ini untuk kembali membangun kejayaan melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pengembangan sumber daya manusia.

‎Dengan diterimanya sekitar 800 mahasiswa baru, STIT Muhammadiyah Kediri memasuki tahun akademik 2026/2027 dengan optimisme baru. ‎Ratusan mahasiswa tersebut diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, kepedulian sosial, semangat pengabdian, dan kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

‎PBAK 2026 menjadi titik awal perjalanan panjang mahasiswa untuk belajar, berproses, berorganisasi, berkarya, dan mengabdi. ‎Dari Kediri, STIT Muhammadiyah Kediri ingin terus mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun peradaban.

‎Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri, KH Achmad Khairuddin, MPd dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap perkembangan STIT Muhammadiyah Kediri. ‎Ia menyampaikan, memasuki perguruan tinggi bukan sekadar memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tetapi juga memasuki fase penting dalam pembentukan karakter dan masa depan.

‎Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga memiliki wawasan luas, kemampuan berpikir kritis, kepedulian sosial, serta integritas.

‎Sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah, mahasiswa STIT Muhammadiyah Kediri juga diharapkan memahami identitas perguruan tinggi Muhammadiyah yang berpijak pada nilai Islam, Kemuhammadiyahan, dan keindonesiaan.

‎KH Achmad Khairuddin mengingatkan pentingnya mahasiswa mengenal sejarah Muhammadiyah, memahami perjuangan KH Ahmad Dahlan, serta mengimplementasikan spirit Al-Ma’un dalam kehidupan nyata.

‎Jika memahami Al-Ma’un, lanjutnya, maka nilai tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya kepada mereka yang lemah dan membutuhkan.

‎Di tengah perkembangan teknologi digital dan artificial intelligence (AI), mahasiswa juga dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu beradaptasi dengan perubahan, dapat berkolaborasi, sekaligus tetap menjaga integritas.

‎Mahasiswa jangan hanya menjadi konsumen informasi, tetapi harus memiliki budaya membaca, meneliti, berdiskusi, dan menghasilkan gagasan serta karya yang bermanfaat. ‎ (chandra aditya)

Tinggalkan Balasan

Search