Kontestasi Klaim Kebenaran Agama dalam Perspektif Al-Qur’an

Kontestasi Klaim Kebenaran Agama dalam Perspektif Al-Qur’an
*) Oleh : Dr. Slamet Muliono Redjosari
Wakil Ketua Majelis Tabligh PW Muhammadiyah Jatim
www.majelistabligh.id -

Penganut Yahudi dan Nasrani meyakini agamanya paling benar dan berjuang menyebarkannya. Mereka sangat yakin agamanya paling benar, dan berupaya mengajak orang lain mengikutinya. Klaim kebenaran itu menyatakan bahwa surga hanya miliknya sementara pengikut lain tidak akan mendapatkannya.

Yahudi mengatakan bahwa agamanya paling benar. Nasrani juga tidak kalah tegasnya bahwa agamanya mengantarkan ke surga dan pengikut lain dianggap sebagai domba tersesat.

Sementara sebagian kaum Islam liberal justru mendeklarasikan agar kaum muslimin tak boleh mengklaim agamanya paling benar. Menurutnya, orang muslim tidak berhak mengklaim Islam sebagai satu-satunya pewaris surga. Hal ini sungguh kontras dengan yang diperjuangkan Nabi Muhammad. Beliau mendakwahkan Islam sebagai rahmatan lil alamin, mendeklarasikan Islam sebagai satu-stunya agama paling benar.

Keteguhan Beragama
Klaim kebenaran dimiliki seluruh penganut agama samawwi. Yahudi memiliki keteguhan dalam meyakini kebenaran agama mereka dan menginginkan seluruh manusia mengikuti jalan mereka. Agamanya dipastikan menunjukkan jalan kebenaran dan tidak ada jalan lain menuju ke surga kecuali dengan mengikuti agamanya. Mereka pun mengklaim surga hanya bisa diraih dengan meniti jalan agamanya.

Demikian pula pengikut Nasrani. Mereka mengklaim sebagai penunjuk jalan menuju keharibaan Tuhan. Mereka sangat yakin surga hanya bisa diraih dengan mengikuti jalnn agamanya. Klaim dua agama Samawi ini ditegaskan Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya :

وَقَا لُوْا لَنْ يَّدْخُلَ الْجَـنَّةَ اِلَّا مَنْ كَا نَ هُوْدًا اَوْ نَصٰرٰى ۗ تِلْكَ اَمَا نِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَا تُوْا بُرْهَا نَکُمْ اِنْ کُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Artinya :
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.” Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah, “Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar.“” (QS. Al-Baqarah : 111)

Upaya sistematis untuk mempengaruhi umat Islam pun dilakukan dengan berbagai cara dan sangat serius. Mereka menggerakkan segala daya upaya untuk mengembalikan keislaman kepada kekafiran. Kedengkian menjadi dasar menjadikan kaum Muslimin keleuar dari agamanya. Hal ini dinarasikan Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya :

وَدَّ کَثِيْرٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ اِيْمَا نِكُمْ كُفَّا رًا ۚ حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ اَنْفُسِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَـقُّ ۚ فَا عْفُوْا وَا صْفَحُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَ مْرِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى کُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah : 109)

Kekerasan Agama
Klain kebenaran yang dimiliki penganut agama Yahudi dan Nasrani terrefleksi dengan kayakinan bahwa penganut agama lain tak memiliki pegangan. Yahudi berkeyakinan menglaim agamanya memiliki rujukan yang kokoh, dan menuduh Nasrani tak memiliki dasar yang kuat. Sementara Nasrani juga mengklain dirinya memiliki sandaran yang kuat dan menuduh Yahudi tak memiliki pegangan yang kuat. Klaim saling memiliki dasar keagamaan ini diabadikan Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya :

وَقَا لَتِ الْيَهُوْدُ لَـيْسَتِ النَّصٰرٰى عَلٰى شَيْءٍ ۖ وَّقَا لَتِ النَّصٰرٰى لَـيْسَتِ الْيَهُوْدُ عَلٰى شَيْءٍ ۙ وَّهُمْ يَتْلُوْنَ الْكِتٰبَ ۗ كَذٰلِكَ قَا لَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ ۚ فَا للّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كَا نُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ
“Dan orang Yahudi berkata, “Orang Nasrani itu tidak memiliki sesuatu (pegangan),” dan orang-orang Nasrani (juga) berkata, “Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu (pegangan),” padahal mereka membaca kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu, berkata seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang mereka perselisihkan.” (QS. Al-Baqarah : 113)

Keyakinan bahwa agamanya paling benar memperkokoh langkah untuk memurtadkan orang lain guna meniti jalan sebagaimana yang mereka lakukan. Mereka seolah pemilik tunggal surga dan orang lain sebagai penghuni neraka. Bahkan mereka melakukan upaya jahat untuk menjadi agama mereka kokoh di antara nya merobohkan masjid dalam rangka menegakkan ajaran agamanya. Hl ini dinarasikan Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya :

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسٰجِدَ اللّٰهِ اَنْ يُّذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗ وَسَعٰـى فِيْ خَرَا بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ مَا كَا نَ لَهُمْ اَنْ يَّدْخُلُوْهَاۤ اِلَّا خَآئِفِيْنَ ۗ لَهُمْ فِى الدُّنْيَا خِزْيٌ وَّلَهُمْ فِى الْاٰ خِرَةِ عَذَا بٌ عَظِيْمٌ
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat.” (QS. Al-Baqarah : 114)

Kekerasan terhadap penganut agama lain tak terelakkan. Guna memurtadkan orang Islam, mereka melarang umat Islam untuk mengagungkan Allah di masjid. Bahkan mereka berupaya untuk merobohkan masjid agar tidak ada pengagungan terhadap Allah.

Kekerasan agama itu merupakan wujud dari ketidakrelaan kepada umat Islam memegang teguh agamanya. Mereka tidak rela Islam tegak dan berupaya untuk memarginalisai Islam.

Al-Qur’an menegaskan bahwa orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela membiarkan umat Islam bebas menjalankan agamanya. Hal ini diabadikan Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya :

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (QS. Al-Baqarah : 120)

Namun Allah menolong agama Islam dengan tetap menjaga cahaya kebenaran, sehingga berbagai upaya orang-orang Yahudi dan Nasrani untuk memadamkan Islam, Allah selalu selamatnya agamanya selama umat Islam berpegang teguh dan menjalankan nilai-nilai Islam.

Surabaya, 14 September 2026

 

 

Tinggalkan Balasan

Search