PDM Jakarta Pusat Bangun Gedung Perguruan Muhammadiyah Garuda 33

Peletakan batu pertama pembangunan gedung Garuda 33. (ist)
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Pusat menggelar peringatan Hari Bermuhammadiyah yang sekaligus menjadi momen bersejarah peletakan batu pertama pembangunan Gedung Perguruan Muhammadiyah Garuda 33 di Kemayoran.

Menghadirkan Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D., acara ini tidak sekadar seremonial, melainkan sebuah pengingat keras tentang pentingnya transparansi, profesionalisme, dan keberanian bermimpi besar demi keberlanjutan amal usaha bagi generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Prof. Hilman Latief menekankan bahwa setiap pencapaian besar bermula dari sebuah imajinasi dan mimpi yang diperjuangkan secara kolektif (taawun). Ia mengapresiasi langkah PDM Jakarta Pusat yang berani bermimpi besar di tengah tantangan lahan dan biaya di pusat kota, seraya mengingatkan bahwa uang dapat dicari, namun mimpi harus ditanamkan terlebih dahulu.

“Semua berawal dari imajinasi, semua berawal dari mimpi. Kita butuh pimpinan Muhammadiyah yang punya mimpi tentang masa depan dan tidak merasa cukup dengan apa yang ada saat ini,” ujar Prof. Hilman di hadapan ratusan warga Muhammadiyah Jakarta Pusat.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Prof. Hilman menyelipkan pesan fundamental tentang tata kelola keuangan yang bersih dan amanah. Ia mencontohkan keberhasilan Lazismu yang secara konsisten diaudit oleh auditor eksternal sejak tahun 2016, sehingga secara rutin mendapatkan predikat “wajar tanpa pengecualian”. Prinsip ini, menurutnya, selaras dengan ajaran Islam yang melarang praktik riba dan mendorong perbanyakan harta melalui zakat, infak, dan sedekah yang diberkahi.

Tidak hanya itu, Prof. Hilman juga menyoroti kapabilitas kemanusiaan Muhammadiyah yang telah berskala internasional. Ia membanggakan keberadaan Emergency Medical Team (IMT) di bawah naungan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang merupakan satu-satunya lembaga di Indonesia dengan sertifikasi WHO untuk mendirikan rumah sakit lapangan di mana pun.

Pesan untuk Generasi Penerus
Menyinggung soal gedung baru yang akan dibangun, Prof. Hilman mengingatkan agar seluruh kader tidak memandang proyek ini sebagai fasilitas untuk dinikmati oleh generasi saat ini. Sebaliknya, ini adalah investasi amal jariyah.

“Gedung ini mungkin tidak akan kita nikmati. Kita bangun ini untuk menjaga agar Muhammadiyah dan perguruan ini bisa bertahan sampai 50 tahun akan datang,” tegasnya dengan nada penuh keteguhan.

Ia mengajak seluruh hadirin untuk tidak melupakan sejarah dan jasa para pendahulu yang telah “babat alas” membangun Muhammadiyah di Jakarta Pusat sejak zaman dulu, mulai dari Matraman hingga Keramat. Semangat keikhlasan dan tanpa kepentingan pribadi itulah yang harus diwariskan. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search