Memakmurkan masjid tidak boleh berhenti pada kegiatan ritual ibadah dan kajian semata. Masjid harus mampu mengambil peran strategis dalam memakmurkan jemaah dan masyarakat sekitar melalui penguatan ekonomi.
Pesan tegas tersebut disampaikan Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, usai menandatangani dokumen pendirian Koperasi Konsumen Masjid Jaya Berkemajuan, Selasa (21/7/2026).
Fathurrahman menegaskan, bagi Muhammadiyah, dakwah tidak boleh terbatas di atas mimbar, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata pemberdayaan masyarakat.
“Masjid tidak cukup hanya dimakmurkan oleh ibadah, tetapi juga harus memakmurkan masyarakat sekitarnya. Koperasi ini merupakan ikhtiar menghadirkan dakwah yang menyentuh kebutuhan riil umat, khususnya dalam membangun kemandirian, kesejahteraan, dan solidaritas ekonomi,” ujar Fathurrahman.
Lebih dari sekadar badan usaha, koperasi ini dirancang sebagai instrumen ta‘āwun (saling menolong), penguat ukhuwah, dan sarana pemberdayaan ekonomi jemaah. Keuntungan atau nilai tambah dari kegiatan usaha nantinya akan dikembalikan kepada anggota melalui peningkatan layanan dan program yang berorientasi pada kemanfaatan bersama.
Fathurrahman mengingatkan agar tata kelola ekonomi berbasis masjid ini tetap berpedoman pada nilai-nilai amanah, keadilan, transparansi, serta keberpihakan pada kepentingan publik.
“Jangan sampai lembaga ini berhenti pada formalitas administratif semata. Koperasi Masjid Jaya Berkemajuan harus benar-benar hidup, berkembang, dan dampaknya dirasakan oleh anggota, jemaah, Persyarikatan, hingga masyarakat luas,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Waluyo, menambahkan bahwa orientasi utama koperasi ini adalah meningkatkan kesejahteraan bersama lewat asas kepemilikan dan partisipasi aktif anggota, bukan sekadar mengejar profit.
“Kekuatan koperasi terletak pada kepercayaan dan partisipasi anggotanya. Kami berkomitmen menerapkan tata kelola yang terbuka, tertib, dan profesional agar koperasi ini bertumbuh menjadi pilar kekuatan ekonomi umat yang solid,” tutup Waluyo. (*/tim)
