Kreativitas dan Sains Berpadu dalam Pembuatan Model Struktur Bumi di MTsM 4 Bulubrangsi

Kreativitas dan Sains Berpadu dalam Pembuatan Model Struktur Bumi di MTsM 4 Bulubrangsi
www.majelistabligh.id -

Praktik Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi Lamongan berlangsung dengan suasana yang berbeda pada Sabtu (13/06/2026). Para siswa tidak hanya belajar melalui buku dan penjelasan guru, tetapi juga menuangkan pemahaman mereka tentang struktur bumi ke dalam bentuk model tiga dimensi yang kreatif dan edukatif.

Kegiatan pembuatan model struktur bumi ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan membantu siswa memahami materi lapisan bumi secara lebih mendalam. Melalui proyek tersebut, siswa diajak mengenal berbagai lapisan bumi mulai dari kerak bumi, mantel, inti luar, hingga inti dalam melalui proses mengamati, merancang, membuat, dan mempresentasikan hasil karya mereka.

Berbekal bahan sederhana seperti styrofoam, karton, cat warna, dan bahan daur ulang lainnya, siswa bekerja secara berkelompok untuk menghasilkan model yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga tepat secara ilmiah. Kreativitas berpadu dengan pemahaman sains sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna.

Guru IPA MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, Khumaidah,SSi, MM menjelaskan, proyek ini dirancang agar siswa dapat belajar secara aktif dan memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata.

“Materi struktur bumi termasuk materi yang cukup abstrak karena tidak dapat diamati secara langsung. Dengan membuat model, siswa dapat memvisualisasikan lapisan-lapisan bumi sehingga lebih mudah memahami konsep yang dipelajari. Mereka tidak hanya menghafal, tetapi juga belajar melalui pengalaman,” ujarnya.

Menurutnya, proses pembuatan model juga melatih berbagai keterampilan penting yang dibutuhkan siswa di era saat ini.

“Selain memahami materi IPA, siswa belajar bekerja sama, berdiskusi, mengelola waktu, dan menyelesaikan masalah yang muncul selama proses pembuatan proyek. Inilah nilai lebih dari pembelajaran berbasis proyek,” tambahnya.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi, membagi tugas, hingga saling membantu menyempurnakan hasil karya kelompok masing-masing. Berbagai model struktur bumi yang dihasilkan menunjukkan kreativitas siswa dalam menggabungkan unsur seni dan ilmu pengetahuan.

Salah seorang siswa, Calista Adena Ramadhani, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui proyek tersebut.

“Biasanya kami hanya melihat gambar struktur bumi di buku. Saat membuat model sendiri, saya jadi lebih memahami bagian-bagian bumi dan fungsinya. Saya juga senang karena bisa bekerja sama dengan teman-teman untuk menghasilkan karya yang bagus,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini membuat pelajaran IPA terasa lebih menarik dan mudah dipahami.

“Belajarnya tidak membosankan karena kami bisa langsung mempraktikkan apa yang dipelajari. Saya jadi lebih mudah mengingat materi dibandingkan hanya membaca buku,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Us’idah, S.Pd.I memberikan apresiasi atas semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran berbasis proyek tersebut. Menurutnya, pendidikan harus mampu memberikan ruang bagi siswa untuk berpikir, berkarya, dan berinovasi.

“Pembelajaran yang berkualitas bukan hanya mengukur kemampuan siswa dalam menjawab soal, tetapi juga bagaimana mereka mampu mengembangkan kreativitas, bekerja sama, dan menghasilkan karya berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Proyek pembuatan model struktur bumi ini menjadi contoh nyata bahwa sains dapat dipelajari dengan cara yang menarik dan menyenangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menempatkan siswa sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran.

“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Ketika siswa terlibat langsung dalam proses belajar, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan dan karakter yang akan berguna bagi masa depan mereka,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik. Kreativitas dan sains yang berpadu dalam pembuatan model struktur bumi menjadi bukti bahwa belajar tidak hanya tentang memahami teori, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman yang menginspirasi dan membekas dalam ingatan siswa. (helmi rohmanto)

 

Tinggalkan Balasan

Search