Lomba Masak Milad ke-114 Muhammadiyah Usung Tema Ketahanan Pangan

Lomba Masak Milad ke-114 Muhammadiyah Usung Tema Ketahanan Pangan
www.majelistabligh.id -

Gelaran Lomba Masak dalam rangka Semarak Milad ke-114 Muhammadiyah mendapat apresiasi hangat dari Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Syamsul Anwar.

Kegiatan yang berlangsung meriah di halaman Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Kota Yogyakarta, pada Sabtu (17/10/2026) tersebut menarik perhatian karena mengangkat tema “Ketahanan Pangan” dengan menjadikan ubi sebagai bahan olahan utama.

Syamsul Anwar menilai pemilihan tema ini sangat relevan dan memiliki kaitan erat dengan agenda strategis organisasi yang sedang digodok oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

“Ini menarik sekali. Temanya sangat selaras dengan arah Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih mendatang yang secara khusus akan membahas Fikih Ketahanan Pangan,” ujar Syamsul saat memberikan sambutan di lokasi acara.

Menurutnya, pengolahan bahan pangan lokal seperti ubi kayu maupun ubi jalar bukan sekadar ajang kreativitas kuliner, melainkan langkah nyata dalam mendiversifikasi konsumsi pangan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat kedaulatan dan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal di tengah tantangan krisis pangan global.

Tak hanya menyoroti isu ketahanan pangan, Syamsul juga menyelipkan pesan penting mengenai kesetaraan peran gender dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa keterampilan memasak tidak boleh dikotakkan sebagai kewajiban kelompok perempuan semata, melainkan juga penting dikuasai oleh kaum pria.

“Keahlian memasak itu tidak boleh ada sekat gender. Kewajiban atau keterampilan memasak bukan monopoli kaum perempuan, tetapi laki-laki juga harus memiliki kemampuan tersebut untuk kemandirian diri,” tegasnya di hadapan para peserta dan pengunjung.

Di samping nilai kemandirian dan pemenuhan gizi, Syamsul menambahkan bahwa aktivitas memasak dapat menjadi sarana edukatif sekaligus terapi psikologis yang efektif. Di tengah tingginya dinamika rutinitas dan beban kerja harian, memasak menyajikan ruang untuk mengekspresikan diri dan melepaskan beban pikiran secara positif.

Kemeriahan lomba masak kali ini diikuti oleh berbagai perwakilan unsur persyarikatan, ortom, hingga staf kantor setempat yang beradu kreasi menyajikan aneka olahan hidangan berbahan dasar ubi. Suasana keakraban dan gelak tawa tampak mewarnai jalannya kompetisi sejak tahap persiapan bahan hingga penyajian akhir di meja juri.

Mengakhiri arahannya, Syamsul berharap ajang kebersamaan ini tidak hanya melahirkan inovasi resep pangan alternatif yang sehat, tetapi juga semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga Muhammadiyah. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search