Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2026 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Bonding in Action, program yang mengajak orang tua dan anak menghidupkan kembali quality time melalui aktivitas sederhana, menyenangkan, dan bermakna. Rangkaian kegiatan dilaksanakan bertahap mulai 17 Agustus hingga puncaknya pada 10 Oktober 2026.
Gagasan ini lahir setelah mahasiswa melakukan observasi di SD Muhammadiyah 4 Kota Malang saat kegiatan family gathering. Mereka menemukan sejumlah orang tua masih disibukkan aktivitas masing-masing sehingga kesempatan berinteraksi secara penuh dengan anak menjadi terbatas. Temuan tersebut mendorong mahasiswa menghadirkan alternatif kegiatan yang mudah diterapkan keluarga di tengah kesibukan.

Mengingat bahwa keluarga merupakan struktur sosial terkecil sekaligus fondasi kehidupan masyarakat. Karena itu, renggangnya interaksi orang tua dan anak berpotensi merembet ke lingkungan yang lebih luas. Minimnya pendampingan dan interaksi emosional dapat membuat anak mengalami kesulitan membangun relasi, mengelola konflik, berempati, serta beradaptasi di sekolah maupun masyarakat.
Jika berlangsung secara masif, persoalan di tingkat keluarga dapat berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih besar dan memengaruhi kualitas generasi di masa depan.
Ketua Pelaksana Bonding in Action, Adhista Dhevy Ichsannanda, mengatakan program tersebut dirancang agar keluarga memiliki ruang berinteraksi tanpa harus menyediakan waktu khusus yang panjang.
“Bonding in Action kami rancang agar quality time dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana, menyenangkan, dan bermakna. Kami ingin orang tua dan anak memiliki ruang untuk berkomunikasi, bekerja sama, serta saling mendengarkan tanpa bergantung pada gawai,” jelasnya.
Bonding in Action dikemas melalui tiga aktivitas utama. Grow Together atau Berkebun Bersama mengajak orang tua dan anak menanam serta merawat tanaman. Letters for Tomorrow atau Surat Masa Depan menjadi ruang untuk menuliskan pesan, harapan, dan doa satu sama lain. Sementara Jar of Joy berisi tantangan quality time yang dapat dilakukan keluarga di rumah.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, mahasiswa menyiapkan Family Bonding Toolkit yang berisi buku panduan, template surat, bibit dan media tanam, perlengkapan Jar of Joy, kartu tantangan, serta QR Code yang terhubung dengan dashboard dan Google Form.
“Yang terpenting bukan apakah aktivitasnya dilakukan dengan sempurna, melainkan proses ketika orang tua dan anak hadir bersama. Dari berkebun, menulis surat, sampai tantangan quality time, semuanya menjadi kesempatan membangun komunikasi dan kebiasaan positif dalam keluarga,” urainya.
Dosen pembimbing Project Kepemimpinan PPG, Aninda Nidhommil Himma, M.Pd menilai program tersebut menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik. Mereka belajar mengidentifikasi kebutuhan, merancang solusi, melaksanakan, mengevaluasi, hingga menyiapkan keberlanjutan program.
“Project ini melatih mahasiswa menjalankan proses identify, plan, act, evaluate, and sustain. Mereka tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar memimpin, berkolaborasi, menyelesaikan masalah, dan mengambil peran di tengah masyarakat,” tegasnya.
Melalui Bonding in Action, mahasiswa PPG UMM berharap quality time tumbuh menjadi kebiasaan melalui aktivitas sederhana. Kehadiran, perhatian, dan komunikasi yang konsisten diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan orang tua dan anak, tetapi juga membantu membentuk individu yang mampu membangun relasi sosial secara sehat. Penguatan keluarga pun menjadi langkah awal membangun masyarakat dan generasi yang lebih kuat. (*/tim)
