Majelis Tabligh PWM Jatim dan Lazismu Perkuat Profesionalisme Guru TPQ Muhammadiyah

www.majelistabligh.id -

Divisi Pengelolaan dan Pembinaan TPQ Muhammadiyah Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bersinergi dengan LAZISMU Kantor Perwakilan (KP) Jawa Timur, akan menggelar Upgrading dan Penyerahan Kado untuk Guru Ngaji TPQ Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu (25/4/2026).

Acara yang akan berlangsung di Aula K.H. Mas Mansur, Gedung PWM Jawa Timur itu mengusung tema “Transformasi TPQ Muhammadiyah: Profesional dalam Manajemen, Progresif dalam Dakwah Digital“, diikuti oleh 100 orang perwakilan kepala dan guru TPQ dari wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta memberikan apresiasi kepada para pejuang Al-Qur’an.

Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, Dr. Syamsul Ma’arif, M.PSDM., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan langkah konkret untuk menyeragamkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan Al-Qur’an di tingkat akar rumput.

Menurutnya, tujuan utama dari upgrading ini adalah untuk mewujudkan standarisasi tata kelola TPQ yang profesional. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pedagogi para guru dalam menghadapi keberagaman karakter santri, termasuk santri yang memerlukan perhatian khusus.

“Kami ingin mempercepat adaptasi teknologi digital di lingkungan TPQ guna memperkuat syiar dakwah Muhammadiyah yang lebih progresif dan relevan dengan tantangan zaman,” ungkap Dr. Syamsul Ma’arif.

Sinergi Literasi Digital dan Manajemen Kelas

Materi pelatihan akan berfokus pada tiga pilar utama. Tim Divisi Pembinaan dan Pengembangan TPQ Majelis Tabligh PWM Jatim, akan membedah sisi Manajemen Pengelolaan TPQ Muhammadiyah dan Manajemen Kelas Santri Nakal. Sementara itu, materi tentang Peran Guru TPQ Muhammadiyah di Era Digital akan disampaikan langsung oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Ustadz Dr. K.H. Syamsuddin, M.Ag.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan pengajar, acara tersebut akan diisi dengan pembagian “Kado Guru Ngaji” oleh Lazismu Jatim. Aditio Yudono, S.E., Wakil Ketua Lazismu Jawa Timur, menekankan bahwa pemberian kado ini adalah bentuk penghormatan tinggi atas dedikasi tanpa pamrih para guru ngaji.

Aditio mengungkapkan bahwa pemberian kado tersebut bertujuan untuk mengapresiasi pengabdian para ustaz dan ustazah yang telah mengajarkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda, di mana sering kali imbalan materi yang mereka terima jauh dari kata cukup.

“Kami berharap bantuan konkret ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan ekonomi para guru ngaji, terutama dalam menyambut momen-momen penting Hari Besar Islam,” tuturnya.

Meski antusiasme peserta sangat tinggi, panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 100 orang untuk menjaga efektivitas pelatihan, dan pendaftaran saat ini telah resmi ditutup. Sinergi antara Majelis Tabligh dan Lazismu ini diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi para guru TPQ untuk terus berinovasi dalam mencetak generasi qur’ani yang berkemajuan. || munahar

 

Tinggalkan Balasan

Search