Silaturahmi atau mempererat tali persaudaraan membawa banyak manfaat, di antaranya melapangkan dan mempermudah datangnya rezeki, memperpanjang umur. Berikut ulasan singkat.
Pertama, Memperpanjang Umur dan Melapangkan Rezeki
Seseorang yang senantiasa menjaga tali silaturahmi maka Allah akan melapangkan rezeki dan memperpanjang umurnya. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadis berikut, Rasulullah saw bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahmi.” (HR. Bukhari No. 5986 dan Muslim).
Bagaimana penjelasan dari manfaat hadis tersebut?
- Arti Rezeki Dilapangkan
Rezeki yang lapang bukan berarti sekadar memiliki banyak harta. Rezeki ini memiliki bentuk yang lebih luas lagi:
- Harta yang cukup, penuh berkah, dan membawa ketenangan.
- Kesehatan yang baik untuk tubuh.
- Memiliki keluarga yang bahagia dan lingkungan yang mendukung.
- Arti Umur Dipanjangkan
Ulama menjelaskan bahwa umur panjang dalam hadis ini memiliki dua makna, yaitu:
- Makna Fisik: Allah benar-benar memberikan usia yang lebih panjang dan sehat.
- Makna Berkah: Umur terasa lebih bermanfaat. Seseorang yang sering bersilaturahmi akan meninggalkan kebaikan yang terus dikenang banyak orang, bahkan setelah dia meninggal dunia.
Mengapa Bisa Terjadi?
- Dukungan Sosial: Saat kita berkunjung ke saudara atau teman, kita bisa saling membantu saat ada kesulitan. Kita tidak hidup sendirian.
- Berbagi Ilmu: Kita bisa belajar hal baru yang mungkin bisa memperbaiki pekerjaan atau kehidupan kita.
- Doa Bersama: Doa antar saudara sangat mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Kedua, mendekatkan Diri kepada Allah Swt.
Menjalin silaturahmi adalah cara untuk memenuhi perintah Allah. Dalam hadits disebutkan:
إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْهُمْ قَامَتِ الرَّحِمُ فَقَالَتْ هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنَ الْقَطِيعَةِ قَالَ نَعَمْ أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكِ وَأَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكِ قَالَتْ بَلَى قَالَ فَذَاكِ لَكِ
“Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk. Ketika Dia selesai (menciptakannya), berdirilah Ar-Rahim (tali persaudaraan). Rahim berkata, ‘Ini adalah tempat bagi orang yang berlindung kepada-Mu dari pemutusan hubungan.’ Allah berfirman, ‘Ya, tidakkah kamu rida jika Aku menyambung (hubungan) dengan orang yang menyambungmu, dan memutuskan (hubungan) dengan orang yang memutuskanmu?’ Rahim menjawab, ‘Tentu, wahai Rabb.’ Allah berfirman, ‘Itu adalah hakmu.” (HR Bukhari Muslim).
Ketiga, Menjaga Kerukunan dan Keharmonisan
Silaturahmi menjaga kerukunan dan keharmonisan dengan memaafkan kesalahan. Orang yang memutus silaturahmi dianggap perusak dan tidak masuk surga, sebagaimana hadits:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ
“Tidak akan masuk surga pemutus tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim).
Keempat, dijauhkan dari Api Neraka
Silaturahmi adalah salah satu amalan yang menjauhkan dari neraka. Hadits menyebutkan:
تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصِلَ الرَّحِمَ
“Kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim).
Kelima, menjadi Makhluk yang Mulia
Menjalin silaturahmi menjadikan seseorang dicintai oleh Allah dan dianggap memiliki akhlak mulia. Hadis menyebutkan:
أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى أَفْضَلِ الْأَخْلَاقِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَتَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ وَتُعْطِي مَنْ مَنَعَكَ
“Maukah kalian aku tunjukkan pada akhlak yang paling utama di dunia dan akhirat? (Yaitu) memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung (tali silaturahmi) dengan orang yang memutuskannya, dan memberi orang yang telah menolak/menghalangimu” (HR Ibnu Majah, At Tirmidzi).
Keenam, mendapatkan Rahmat
Allah memberikan rahmat kepada orang yang menyambung silaturahmi dan memutus rahmat bagi yang memutusnya. Hadis menyebutkan:
الرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُولُ مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللَّهُ.
“Rahim (tali persaudaraan atau kekeluargaan) itu bergantung di ‘Arsy. Ia berkata: ‘Barang siapa yang menyambungku, niscaya Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa yang memutuskanku, niscaya Allah akan memutus hubungan dengannya.” (HR Abu Dawud).
Ketujuh, masuk Surga
Silaturahmi merupakan salah satu amalan yang membawa pahala besar, termasuk masuk surga. Hadits menyebutkan:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ.
“Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah tali persaudaraan, dan salatlah pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat”. (HR Ibnu Majah).
Kedelapan, menggugurkan dosa
Berjabat tangan saat silaturahmi dapat mengampuni dosa sebelum berpisah. Hadits menyebutkan:
إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ فَتَصَافَحَا حُطَّتْ عَنْهُمَا ذُنُوبُهُمَا كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
“Jika dua orang muslim bertemu lalu mereka berjabat tangan, maka dosa keduanya akan diampuni (berguguran) sebagaimana gugurnya daun-daun dari pohon.” (HR Abu Daud dan at-Tirmizi).
***
Untuk musim Haji 2027. Yuk Gabung dengan KBIHU Ulil Abshar PDM Kab. Malang berkantor di Basement RS UMM WA: 081234125931. Muthawif: Prof. Dr H. Thohir Luth, Ust. H. Abu Haidar, KH. Dr. Husnul Fatoni, Dr. dr. H. Sri Soenarti, Sp.PD. dll.
