Megaproyek Embarkasi Haji Bogor Berkonsep Zamzam Tower

Rencana bangunan embarkasi haji di Bogor. (ist)
www.majelistabligh.id -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp142 miliar untuk membangun gedung embarkasi haji dan umrah tujuh lantai mulai tahun anggaran 2027. Berlokasi di kawasan Masjid Raya Nurul Wathon, kompleks Stadion Pakansari, proyek ini dirancang untuk memangkas ketergantungan jemaah asal Kabupaten Bogor terhadap Embarkasi Haji Pondok Gede, Jakarta.

Langkah strategis ini diambil mengingat besarnya potensi daerah. Dengan populasi melebihi 5,6 juta jiwa, Kabupaten Bogor mendapat alokasi kuota haji mencapai 3.450 jemaah tahun ini. Kehadiran fasilitas mandiri ini diharapkan membuat seluruh proses pelayanan keberangkatan jemaah dapat diselesaikan sepenuhnya di tingkat daerah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa target pengerjaan fisik dijadwalkan berlangsung pada periode 2027–2028 dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah serta peluang dukungan dari pemerintah pusat.

“InsyaAllah pada 2027–2028, kita melihat kemampuan keuangan daerah. Apabila memungkinkan dan ada bantuan dari pemerintah pusat, kita ingin Kabupaten Bogor memiliki embarkasi haji sendiri,” ujar Rudy, Senin (24/8/2026).

Desain Berkonsep Zamzam Tower

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menjelaskan bahwa bangunan tujuh lantai tersebut mengusung desain yang terinspirasi dari Zamzam Tower di Mekah. Seluruh kebutuhan pembiayaan diusulkan bersumber dari APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027.

Pemkab Bogor menargetkan proses lelang dapat dimulai pada Desember 2026 agar pengerjaan fisik meluncur tepat waktu pada Januari 2027. Proyek ini sejatinya direncanakan berjalan pada tahun anggaran 2026, tetapi diputuskan untuk diundur guna menjaga kualitas hasil akhir.

“Faktor waktu tidak mencukupi untuk membangun fasilitas sekelas hotel. Jika dipaksakan tahun ini dengan sisa waktu sekitar enam bulan setelah lelang, kita khawatir hasilnya tidak maksimal. Maka dari itu, kami undur ke tahun depan agar masa pengerjaan lebih memadai,” jelas Eko.

Gedung embarkasi ini nantinya terintegrasi penuh dengan kawasan Masjid Raya Nurul Wathon yang berdiri di atas lahan seluas 2,6 hektare. Kawasan yang dibangun menggunakan APBD 2025 senilai Rp112 miliar tersebut telah dilengkapi Menara Tauhid setinggi 99 meter, miniatur Kakbah untuk manasik, serta beragam ornamen pendukung. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search