Meskipun Allah membolehkan seseorang untuk membalas cacian yang dilontarkan kepadanya, asal bukan dia yang memulai. Namun seorang muslim berusaha meninggalkan hal ini. Karena Allah memberikan pilihan yang lebih baik dari membalas keburukannya.
Apabila ada orang yang mencaci-maki maka kita tidak perlu membalas, bahkan berusaha memaafkannya.
Allah Wa Ta’ala berfirman,
“Jika kalian membalas, maka balaslah yang setimpal, akan tetapi bila kalian bersabar maka itu lebih baik bagi orang-orang yang bersabar.” (QS. An-Nahl: 126)
Jika kita membalas orang yang menzalimi kita, maka kita tidak akan berdosa tetapi kita juga tidak akan mendapatkan pahala. Namun seseorang yang menginginkan pahala, maka dia tidak akan membalas akan tetapi berusaha bersabar.
Allah Wa Ta’ala berfirman dalam ayat yang lain, “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang- orang zalim.” (QS. Asy-Syura: 40)
Allah Wa Ta’ala juga berfirman,
“Maafkan dan ampuni lapangkan dada, apakah engkau tidak ingin diampuni oleh Allah?” (QS. An-Nur: 22)
Dalam ayat yang lain Allah Wa Ta’ala juga berfirman,
“Allah memuji orang- orang yang memaafkan orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. Ali-‘Imran: 134)
Hendaknya seorang muslim itu menjauhkan lisannya dari mencaci-maki dan memilih kata-kata yang baik. Seorang muslim juga hendaknya berakhlak mulia dan menjauhkan dirinya dari kata-kata yang buruk.
Apabila dia bertemu dengan orang yang memiliki kata-kata yang buruk hendaknya tidak meladeninya dan berusaha menjauh darinya karena bergaul dengannya akan mempengaruhinya.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghiasi lisan-lisan kita dengan kata- kata yang indah terhadap sesama muslim dan menjauhkan kita dari kata-kata yang buruk. || ismirzaf@gmail.com ; fimdalimunthe55@gmail.com
