Memperingati Kenaikan Nabi Isa As dalam Pandangan Islam

Memperingati Kenaikan Nabi Isa As dalam Pandangan Islam
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

“Different beliefs should be a way to respect each other, not hate each other.”
“(Perbedaan keyakinan hendaknya menjadi jalan untuk saling menghormati, bukan saling membenci).”

Dalam Islam, Nabi Isa AS merupakan salah satu nabi ulul azmi yang dimuliakan Allah SWT. Beliau adalah putra Maryam, wanita suci yang dipilih Allah SWT, dan dilahirkan tanpa ayah sebagai mukjizat yang agung. Nabi Isa AS diutus kepada Bani Israil untuk mengajak manusia mentauhidkan Allah SWT serta menegakkan kebenaran. Allah SWT berfirman:
بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Tetapi Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.(QS. An-Nisa: 158)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Nabi Isa AS tidak dibunuh dan tidak disalib, melainkan diangkat oleh Allah SWT sebagai bentuk perlindungan dan kemuliaan bagi hamba-Nya yang taat. Rasulullah SAW juga bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا، فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ
Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh telah dekat waktunya Isa bin Maryam turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil. Ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah.”(HR. Bukhari No. 3448 dan Muslim No. 155)

Hadis sahih tersebut menerangkan bahwa Nabi Isa AS akan turun kembali menjelang akhir zaman untuk menegakkan keadilan dan menghancurkan kebatilan. Oleh karena itu, memperingati kenaikan Nabi Isa AS hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat iman, meneladani akhlak para nabi, serta menumbuhkan sikap saling menghormati antarsesama manusia.

Semoga bermanfaat.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search