“True beauty lies not in appearance, but in a heart filled with faith and noble morals.”
“(Keindahan sejati bukan terletak pada rupa, melainkan pada hati yang dipenuhi iman dan akhlak mulia).”
Di zaman sekarang, banyak orang lebih mudah menilai seseorang dari penampilan luar. Padahal, wajah yang tampan atau cantik tidak menjamin baiknya akhlak dan ketulusan hati. Dalam kehidupan bermasyarakat, yang paling berharga adalah kejujuran, kesabaran, dan budi pekerti yang luhur.
Orang mungkin lupa pada rupa seseorang, tetapi tidak akan lupa pada sikap buruk ataupun kebaikan yang pernah diberikan. Karena itu, Islam mengajarkan agar manusia memperindah hati sebelum memperindah diri. Allah Swt berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan manusia tidak diukur dari rupa, harta, atau kedudukan, melainkan dari ketakwaannya kepada Allah Swt. Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”(HR. Muslim No. 2564)
Marilah kita belajar menjadi pribadi yang baik hati, rendah hati, dan bermanfaat bagi sesama. Sebab, keelokan wajah akan pudar, tetapi kemuliaan akhlak akan selalu dikenang.
Semoga bermanfaat.
