Bukan karena ingin mengatur, tapi karena ia mengerti bahwa rumah tangga adalah perjalanan panjang, seumur hidup. Jika arah yang diambil salah, yang pertama merasakan dampaknya bukan orang lain, melainkan istrinya sendiri.
Ketika suami sedang kesulitan, istri yang ikut memikirkan keadaan rumah, cicilan, dan kebutuhan sehari-hari. Istri juga yang tetap berusaha menjaga rumah tetap berjalan, meski dirinya sendiri lelah.
Tidak ada istri yang senang melihat suaminya jatuh. Dan tidak ada istri yang menasihati tanpa rasa peduli.
Kadang cara bicara istri terdengar keras. Bukan karena tidak menghargai, tapi karena istri tahu jika suami goyah, istri juga yang akan ikut memikul dampaknya. Istri tidak sedang ingin menang. Ia hanya ingin rumah tangganya tetap kuat dan berjalan bersama.
Semoga bermanfaat.
