”The most valuable possessions are those which provide provisions for the afterlife, and the most noble life is one spent in obedience to the Creator”
”(Harta yang paling berharga adalah yang menjadi bekal menuju akhirat, dan umur yang paling mulia adalah yang dihabiskan dalam ketaatan kepada Sang Pencipta)”
Keinginan untuk memiliki harta dan keturunan yang banyak merupakan fitrah manusia yang diakui dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
Artinya:
”Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi: 46)
Ayat ini menjelaskan bahwa kekayaan dan keturunan memang memberikan keindahan dan kekuatan selama hidup di dunia. Namun, para mufasir menekankan bahwa keindahan tersebut bersifat fana jika tidak dibarengi dengan iman. Agar harta dan anak menjadi manfaat yang abadi, keduanya harus dijadikan sarana untuk melakukan Al-baqiyatus Shalihat (amal kebajikan yang kekal), seperti zikir, sedekah, dan ketaatan yang pahalanya terus mengalir hingga akhirat.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw mengajarkan sebuah doa yang sangat komprehensif, mencakup aspek duniawi yang berkah dan ukhrawi yang selamat. Doa ini pernah dibacakan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam untuk sahabat Anas bin Malik:
اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي
Artinya:
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku, serta berkahilah karunia yang Engkau berikan kepadaku. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan kepada-Mu, perbaikilah amalku, dan ampunilah dosa-dosaku.“(HR. Bukhari No. 6334 dan Muslim No. 2480)
Keberkahan hidup tidak diukur semata-mata dari angka nominal harta atau jumlah keturunan, melainkan dari sejauh mana titipan tersebut mendekatkan kita kepada Allah SWT. Memohon umur panjang tanpa ketaatan hanya akan menambah beban hisab, maka mintalah umur panjang yang dihiasi dengan perbaikan amal.
Semoga kita dan keturunan kita senantiasa istiqamah dalam mengamalkan doa ini, sehingga kebahagiaan yang kita raih tidak hanya berhenti di dunia, tetapi berlanjut hingga ke surga-Nya.
Semoga bermanfaat.
