Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Timur kembali menunjukkan komitmen dan peran aktifnya dalam menebar kebaikan secara luas. Pada momentum Iduladha 1447 Hijriah ini, Lazismu Jatim mendistribusikan manfaat hewan kurban ke berbagai daerah, menyasar basis massa yang paling membutuhkan guna memastikan pemerataan pangan dan gizi yang tepat sasaran.
Pada tahun ini, sebaran penyembelihan hewan kurban Lazismu Jatim mencakup beberapa titik strategis. Di antaranya adalah penyembelihan 142 ekor sapi di Bali, 49 ekor sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Krian Sidoarjo, serta 14 ekor sapi di Magetan.
Saat meninjau langsung di RPH Krian, Sidoarjo, proses penyembelihan hewan kurban berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan higienis. Poin paling krusial dalam proses ini adalah kepastian bahwa seluruh tahapan dilakukan dengan cara yang halal dan baik (halalan toyyiban).
Modernisasi dan peralatan mekanik menjadi kunci efisiensi kurban Lazismu Jatim. RPH Krian kini telah menggunakan peralatan mekanis mutakhir. Alhasil, proses mulai dari penyembelihan, pengulitan, pemotongan daging, hingga pemisahan antara tulang dan daging berlangsung jauh lebih cepat dan bersih.

Achmad Saifu, Pelaksana Teknis Penyembelihan RPH Krian Lazismu Jatim, mengungkapkan bahwa pemilihan RPH Krian sebagai salah satu pusat penyembelihan telah melalui pertimbangan yang sangat matang.
“Selain prosesnya yang dijamin halal, RPH ini menerapkan aturan yang sangat ketat tentang perlakukan terhadap hewan kurban. Mulai dari prinsip animal welfare (tanpa penyiksaan terhadap hewan) hingga proses eksekusi yang berlangsung cepat,” ujar Achmad Saifu.
Untuk menjaga ritme kerja dan kualitas daging, dari total 49 ekor sapi di RPH Krian, pihak panitia sengaja membagi proses penyembelihan ke dalam dua tahap, yakni pada hari Jumat dan Sabtu, 29-30 Mei 2026. Dalam prosesnya, tim RPH langsung melakukan klasifikasi dan pemisahan yang rapi antara daging, kepala, jeroan, kaki, hingga bagian iga.
Inovasi Rendangmu: Pilar Ketahanan Pangan dan Tanggap Bencana
Ada yang istimewa dari pengelolaan kurban Lazismu Jatim. Selain dibagikan dalam bentuk daging segar kepada masyarakat sekitar sesuai kebutuhan, sebagian besar daging sapi tersebut dialokasikan untuk diolah menjadi produk daging kemasan kaleng, yakni Rendangmu, serta sebagian lainnya diproduksi menjadi bakso daging.
Rendangmu bukan sekadar produk inovasi pangan biasa, melainkan salah satu program unggulan ketahanan pangan jangka panjang yang diusung oleh Muhammadiyah.

Melalui produk Rendangmu, konsep ketahanan pangan diwujudkan secara nyata. Produk ini tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan pangan dan perbaikan gizi masyarakat rentan secara ekonomi secara berkala, tetapi juga diproyeksikan sebagai cadangan logistik makanan siap saji yang sangat efektif dan mudah didistribusikan saat terjadi bencana alam di berbagai pelosok Tanah Air.
Guna menjaga mutu, higienitas, dan standar rasa, dalam program pengolahan daging kemasan Rendangmu ini, Lazismu Jatim secara resmi bekerja sama dengan salah satu perusahaan pengolahan pangan profesional yang berbasis di Pandaan, Pasuruan.
Dengan manajemen kurban yang modern dan visioner ini, Lazismu Jatim tidak hanya mengantarkan berkah Iduladha yang habis dalam sehari, melainkan merawat kemaslahatan yang dampaknya dapat dirasakan sepanjang tahun. || chusnun
