Milad ke-35, Unisa Yogyakarta Pelopor S3 Kebidanan di Indonesia

Milad ke-35, Unisa Yogyakarta Pelopor S3 Kebidanan di Indonesia
www.majelistabligh.id -

Menginjak usia ke-35 tahun, Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mencatatkan berbagai capaian strategis, mulai dari kepeloporan pembukaan Program Doktor (S3) Kebidanan pertama di Indonesia hingga perolehan izin resmi layanan teknologi nuklir medis.

Capaian tersebut mengemuka dalam Sidang Senat Terbuka dan Puncak Peringatan Milad ke-35 Unisa Yogyakarta yang digelar di Hall Walidah Dahlan, Rabu (14/10/2026).

Mengusung tema “Menguatkan Dampak, Harmoni untuk Semesta”, momentum milad kali ini terasa kian istimewa. Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, menjelaskan bahwa tahun ini menandai fase akhir dari Rencana Strategis (Renstra) Tahap Kedua, yang mana Unisa bertransformasi menuju perguruan tinggi berdaya saing internasional.

“Seluruh capaian ini merupakan perwujudan konsistensi Unisa Yogyakarta dalam menyediakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak bangsa untuk membangun masa depan,” ujar Warsiti.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menekankan pentingnya peran Unisa dalam memadukan kedalaman spiritual dan keunggulan intelektual untuk menjawab tantangan zaman.

“Pembangunan alam semesta membutuhkan perpaduan antara berpikir dan berzikir. Dunia saat ini sangat membutuhkan sosok yang dekat dengan Tuhan, namun tetap terbuka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan,” tegas Salmah.

Dalam kesempatan tersebut, Salmah memberikan apresiasi khusus atas diperolehnya izin operasional Lembaga Uji Kesesuaian (LUK) Pesawat Sinar-X Radiologi Diagnostik dan Intervensional dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada 7 Oktober 2026.

Menurutnya, langkah ini membuktikan bahwa Unisa tidak hanya fokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga menghadirkan layanan konkret yang berdampak langsung bagi keselamatan publik.

Apresiasi senada disampaikan oleh Kepala LLDikti Wilayah V, Setyobudi Indartono. Ia menilai Unisa Yogyakarta konsisten mendukung program prioritas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dalam melahirkan perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Unisa yang menjadi pelopor pembukaan Program Studi Kebidanan Program Doktor (S3) pertama di Indonesia. Kami juga mendukung penuh pengembangan Quranic Science di bidang kebidanan untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan ibu dan anak,” pungkas Budi. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search