Muhammadiyah Segera Merilis Kurikulum Terpadu Pesantren Ekologis dan Saintek

Muhammadiyah Segera Merilis Kurikulum Terpadu Pesantren Ekologis dan Saintek
www.majelistabligh.id -

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar sarasehan dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan pondok pesantren dengan tema “Strategi dan Tantangan Pendidikan dalam Peningkatan Sumber Daya Insani Pesantren.”

Forum ini menjadi ruang konsolidasi antara akademisi, pengelola pesantren serta pemangku kepentingan pendidikan Islam dalam merespons perubahan zaman.

Ketua Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren (LP2M) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. KH. Maskuri, M.Ed sebagai salah narasumber, memaparkan perkembangan pesat pesantren di lingkungan Muhammadiyah.

Di depan ratusan Pimpinan Pondok Pesantren seluruh Indonesia, Ia menjelaskan, pada tahun 2005 jumlah pesantren Muhammadiyah awalnya baru ada 27 lembaga, namun sekarang meningkat signifikan menjadi 445 pesantren hingga tahun 2026 setelah penguatan kelembagaan dilakukan.

“Memang di Muhammadiyah ini termasuk makhluk yang baru muncul, tetapi sangat dinamis. Hampir setiap hari ada laporan pendirian pesantren baru,” ujarnya, menggambarkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap model pendidikan pesantren modern.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan pesantren Muhammadiyah tetap berlandaskan filosofi pendidikan holistik yang digagas oleh Ahmad Dahlan. Konsep ini menekankan integrasi antara ilmu agama, ilmu umum, serta pembentukan karakter dan keterampilan hidup secara menyeluruh.

Model pendidikan terintegrasi tersebut kini diperkuat dengan inovasi baru, termasuk pengembangan pesantren berbasis sains dan teknologi di Bogor. Inisiatif ini menjadi bagian dari adaptasi Muhammadiyah terhadap tren global sekaligus kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang relevan dengan perkembangan digital.

Di akhir pemaparannya, Dr. Maskuri mengungkapkan, Muhammadiyah tengah menyusun kurikulum terpadu pesantren berbasis ekologi dan saintek.

“Kami juga sedang menyusun kurikulum ekologi, sains, dan teknologi, karena masa depan sekarang adalah teknologi,” jelasnya.

Kurikulum ini direncanakan segera dirilis sebagai langkah strategis dalam mencetak generasi pesantren yang religius, adaptif, dan berdaya saing global.

Senada, Rektor UIN Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar, PhD  dalam sambutan pembukaan menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pesantren.“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Oleh karena itu, sinergi antara kampus dan pesantren harus terus diperkuat untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks. (m roissudin)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search